
SUMENEP | SIGAP88 – Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas, diimplementasikan oleh Kepala Puskesmas Arjasa,Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep lewat pertemuan bulanan rutin di ruang kantor KB kecamatan Arjasa. Jumat (8/5)
Saat ditemui oleh media sigap88.com Kepala Puskesmas Arjasa, dr. Dini Martanti, M.Kes mengatakan, bahwa kegiatan rutin ia lakukan setiap bulan dengan mengevaluasi kegiatan yang sedang dijalankan
“Kegiatan ini rutin setiap bulan membahas tentang hal penting mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan seperti Bina Bangga Kencana,“ kata Dini
Kegiatan ini merupakan multi-sektor dalam mendekatkan layanan langsung ke masyarakat pedesaan, dengan fokus utama pada penguatan ketahanan keluarga, pencegahan stunting, peningkatan akses kesehatan reproduksi, serta perlindungan perempuan dan anak
Dini, menyampaikan Bina Bangga Kencana, merupakan upaya pembangunan keluarga berkualitas, sehingga tercipta keluarga sehat, dan produktif
Kondisi tersebut merupakan tujuan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana atau Bangga Kencana
Menurut Dini, Bina Bangga Kencana ini membangun keluarga berkualitas dan bebas stunting serta melibatkan remaja, calon pengantin, maupun ibu hamil.
Para remaja harus berperan penting dalam pencegahan stunting. Hal ini karena remaja merupakan kelompok yang memiliki andil besar dalam menghasilkan keturunan di masa depan
Program Bangga Kencana bukan semata-mata KB, namun membangun keluarga secara utuh dalam berbagai hal. Termasuk persoalan stunting yang masih menjadi masalah bagi bangsa Indonesia
Menurut Dini, tiga hal penunjang faktor pembangunan berkualitas dan meminimalisir terjadinya stunting
“Guna mencegah berantainya stunting, puskesmas Arjasa memberikan tablet tambah darah ke setiap lembaga pendidikan, pemeriksaan Bumil dan seribu kehidupan anak,” tegasnya.
Selain itu, Bina Bangga Kencana memberikan edukasi peran ayah di dalam keluarga.
“Seorang ayah bukan hanya terfokus mencari nafkah, tapi harus punya peran tentang pertumbuhan anak,” jelasnya.
“Peran kader desa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengembangan Bina Bangsa Kencana kepada remaja, ibu hamil dan masyarakat terkait program KB yang ada,” tutupnya.














