SUMENEP | SIGAP88 – Tuberkulosis atau TBC bukan sekadar batuk biasa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dengan sangat mudah melalui udara.

Oleh karenanya, Puskesmas Arjasa Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep menerapkan pencegahan penyakit TBC ini melalui program, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Kepala Puskesmas Arjasa Kepulauan Kangean, dr. Dini Martanti menyampaikan upaya pencegahan penyakit TBC rutin dilakukan kepada masyarakat melalui kerjasama dengan lintas sektor dan upaya pemberian TPT.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-10 Waru Dampingi Posyandu di Desa Tampojung Tengah

Dan melalui program itu, dari tahun ke tahun ada tren penurunan penderita TBC.

“Seiring dengan kesadaran rutin mengkonsumsi obat jumlah penderita TBC ada penurunan,” kata Dini Martanti. Jumat (08/05).

dr. Dini menyebut, pada tahun 2024 ada 126 penderita TBC, namun di tahun 2025 terdapat penurunan kasus meski tak sampai 100 kasus

“Sementara tahun 2026 ini belum kami rekap mengenai kasus TBC, namun InsyaAllah mengalami penurunan“ tuturnya

Faktor penurunan TBC, ungkap Dini, dikarenakan kerjasama yang inten semua pihak melalui penyuluhan bahaya TBC

Baca Juga  Curi Motor di Pademawu, Warga Kota Malang Dibekuk Satreskrim Polres Pamekasan

“Kami mengapresiasi peran kader di setiap desa memberikan edukasi kepada masyarakat,“ ujarnya.

Selain itu tren penurunan TBC adalah, peran aktif penanggung jawab kesehatan di desa, baik dari nakes, bidan, dan yang paling utama adalah peran keluarga dalam mensupport penyembuhan TBC.

“Setidaknya peran keluarga sangatlah penting dalam memberikan pengawasan meminum obat secara rutin,“ tegasnya.

Dia berharap, semua pihak dalam penyembuhan TBC bergerak aktif dalam memberikan edukasi kepada penderita untuk rutin minum obat.

Baca Juga  Implementasikan Bangga Kencana, Kepala Puskesmas Arjasa Hadiri Pertemuan Rutin Bulanan

“Dengan peran aktif semua pihak kami yakin di tahun 2030 Zero kasus,“ harapnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE