
PAMEKASAN | SIGAP88 – Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan menggelar pelatihan bagi petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pendataan ekonomi secara nasional.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu ballroom hotel di Kabupaten Pamekasan, Selasa (02/06).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas.
Pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 diikuti sebanyak 1.109 peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan ini menjadi tahapan penting dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas sensus sebelum diterjunkan ke lapangan.
Para peserta yang hadir merupakan petugas terpilih yang nantinya akan bertugas melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pamekasan.
Kepala BPS Kabupaten Pamekasan, Parsad Barkah Pamugkas menegaskan petugas sensus memiliki peran strategis karena menjadi pengumpul data primer yang berinteraksi langsung dengan pelaku usaha mulai dari usaha mikro kecil menengah dan atas.
“Petugas sensus adalah ujung tombak keberhasilan sensus ekonomi 2026. Mereka harus memastikan data yang dikumpulkan benar, dan lengkap sesuai kondisi dilapangan“ ujarnya
Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan, Catur Setiya Prananta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berkomitmen mengikuti rangkaian pelatihan hingga selesai.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kualitas petugas yang melakukan pendataan di lapangan.
Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh materi dengan serius agar mampu menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan BPS.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta yang telah terpilih sebagai petugas Sensus Ekonomi 2026. Keikutsertaan saudara sekalian merupakan bagian penting dalam mendukung terselenggaranya sensus yang berkualitas dan menghasilkan data yang akurat,” ujar Catur.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi konseptual, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman teknis terkait tata cara pendataan, penggunaan aplikasi digital, pengisian instrumen sensus, hingga mekanisme pelaporan hasil pendataan.
“Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika petugas sensus saat berinteraksi dengan responden, teknik wawancara yang efektif, serta langkah-langkah untuk memastikan data yang dikumpulkan sesuai kondisi riil di lapangan“ paparnya
Catur menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menggunakan dua metode pendataan, yakni secara daring (online) dan luring (offline).
Kombinasi kedua metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengumpulan data sekaligus menjangkau seluruh pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi.
“Dalam pelaksanaan sensus nanti terdapat sistem online dan offline. Karena itu, seluruh petugas harus memahami mekanisme kedua sistem tersebut agar proses pendataan berjalan lancar dan data yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu alasan diterapkannya sistem pendataan digital dalam Sensus Ekonomi 2026.
Namun demikian, metode pendataan secara langsung tetap dilakukan untuk memastikan seluruh pelaku usaha yang belum terjangkau layanan digital dapat terdata dengan baik.
“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang dilaksanakan secara berkala oleh BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi Indonesia“ terang Catur
Data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, perencanaan investasi, pengembangan usaha, hingga penyusunan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, BPS Kabupaten Pamekasan berharap seluruh petugas sensus mampu melaksanakan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab“ ungkapnya
“Dengan dukungan sumber daya manusia yang terlatih, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pamekasan diharapkan dapat berjalan sukses serta menghasilkan data statistik yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi pembangunan daerah maupun nasional“ pungkasnya















