
PAMEKASAN | SIGAP88 – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Triarif, memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik Polres Pamekasan terkait laporan yang sedang dalam proses penanganan, pada Jumat (5/6).
Dalam menjalani proses tersebut, Hariyanto didampingi oleh Wakil Koordinator Regional BGN Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo.
Pendampingan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan dari Biro Hukum dan Humas BGN bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Surabaya.
Teguh menyatakan, kehadirannya bertujuan memastikan seluruh rangkaian proses berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sekaligus memberikan pendampingan hukum selama klarifikasi berlangsung.
“Kami mendapat perintah dari pimpinan untuk mendampingi Saudara Hariyanto dalam memenuhi undangan penyidik Polres Pamekasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses klarifikasi berlangsung selama hampir 11 jam, dimulai pukul 09.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Selama pemeriksaan, Hariyanto telah memberikan keterangan secara lengkap dan menyerahkan sejumlah dokumen serta bukti yang diminta penyidik terkait pokok permasalahan yang dilaporkan.
“Seluruh pertanyaan telah dijawab dan dokumen yang diperlukan sudah diserahkan kepada penyidik,” tambahnya.
Pihaknya menegaskan sikap menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta kesiapan untuk bekerja sama sepenuhnya dengan aparat penegak hukum guna mendapatkan kejelasan perkara tersebut. “Pada prinsipnya kami menghormati dan akan menaati seluruh proses hukum yang berlaku. Kami juga siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum agar perkara ini dapat diselesaikan secara transparan dan adil,” tegas Teguh.
Sementara itu, Hariyanto menyampaikan permohonan maaf kepada awak media yang telah menunggu keterangannya usai proses klarifikasi selesai. Ia menyatakan belum dapat memberikan pernyataan secara langsung karena kondisi kesehatannya menurun setelah menjalani pemeriksaan dalam waktu yang cukup lama. “Saya memohon maaf kepada rekan-rekan wartawan karena belum dapat menemui secara langsung. Hal ini semata-mata karena kondisi tubuh yang kurang fit dan bukan bermaksud menghindari pemberitaan,” pungkasnya.














