JOMBANG | SIGAP88 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (30/4/2026) malam.

Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan, melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, serta serikat pekerja.

Bupati Jombang Warsubi hadir didampingi Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, perwakilan Forkopimda Jombang, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD Jombang para Pimpinan Perusahaan, serta para Ketua Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Kabupaten Jombang.

Dalam pidatonya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa peringatan May Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

“May Day tahun ini mengusung tema ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja’ dengan tagline ‘Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama’. Ini menegaskan arah kita dalam membangun dunia kerja yang lebih baik,” jelas Bupati Warsubi dikutip sigap88.com Jumat (1/5/2026)

Bupati menekankan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.

Ketiga unsur tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Sosialisasi dan Bentuk Satgas PPA di Desa Campor Barat

Bupati Jombang menegaskan, pekerja merupakan penggerak utama roda industri dan perekonomian.

Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak pekerja, peningkatan kompetensi, serta jaminan kesejahteraan menjadi tanggung jawab bersama.

Di sisi lain, dunia usaha juga perlu terus didorong agar mampu berkembang, berinovasi, dan memiliki daya saing tinggi.

Hal ini penting untuk membuka lebih banyak lapangan kerja serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab Jombang berkomitmen untuk terus berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam menciptakan hubungan industrial yang kondusif.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan dialog konstruktif, penyusunan regulasi yang berkeadilan, serta pelaksanaan program peningkatan kualitas tenaga kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jombang Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya organisasi pengusaha, pelaku usaha, serta serikat pekerja yang telah menjaga harmonisasi hubungan industrial di Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna menciptakan iklim industri yang maju, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan pekerja di Kabupaten Jombang.

Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sejumlah penghargaan dari Gubernur Jawa Timur kepada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jombang yang dinilai berhasil menerapkan program ketenagakerjaan.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kualitas hidup pekerja, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan berbagai penghargaan dari Gubernur Jawa Timur. Sebanyak 10 perusahaan di Jombang meraih penghargaan kategori Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena berhasil mencetak nihil kecelakaan kerja.

Baca Juga  Perkuat Ekonomi Perikanan, Pemkab Sumenep Mou dengan Dua Perusahaan

Selain aspek keselamatan, pemerintah juga memberikan penghargaan pada kategori pencegahan penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS di lingkungan kerja. Hal ini menunjukkan kepedulian kolaboratif antara perusahaan dan pemerintah dalam menjaga kesehatan jangka panjang para pekerja.

Tak lupa, Bupati Warsubi memberikan penghargaan kepada Pimpinan Unit Kerja (PUK) serikat pekerja yang dinilai vokal namun solutif dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Penghargaan ini menjadi simbol bahwa suara buruh sangat didengar dan dihormati oleh pemerintah daerah.

Memasuki puncak peringatan pada 1 Mei 2026, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jombang, Bambang Suntowo, menyebutkan bahwa kolaborasi ini akan berlanjut di lapangan. Sebanyak 8.000 peserta dari unsur pemerintah dan buruh akan berkumpul di Stadion untuk melakukan senam kebugaran bersama.

“Selain olahraga bersama untuk memupuk keakraban, kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan gerakan pangan murah. Ini adalah bentuk hadirnya pemerintah bagi para pejuang ekonomi kita,” tambah Bambang Suntowo.

Di sisi lain, Ketua SPSI Jombang, Subagyo menyampaikan apresiasi mendalam atas ruang dialog yang dibuka lebar oleh Pemkab Jombang.

Baca Juga  Bambang Haryo Soekartono Ikuti Panen Raya Padi di Desa Kalimati Sidoarjo

Menurut Subagyo, Jombang telah menjadi role model nasional dalam menjalin komunikasi yang matang dengan organisasi buruh sejak tahun 2013.

Subagyo mengenang bagaimana Pemkab Jombang tetap memfasilitasi peringatan May Day jauh sebelum hari tersebut ditetapkan sebagai libur nasional oleh pemerintah pusat.

Hal ini menjadi bukti sejarah bahwa pemerintah daerah memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan kaum buruh.

Mewakili serikat buruh, ia juga berterima kasih atas kebijakan kenaikan UMR dan upaya aktif Bupati Jombang Warsubi dalam menarik investor ke Jombang.

Langkah-langkah tersebut dinilai efektif dalam memperluas lapangan kerja dan menekan angka pengangguran secara signifikan.

Tasyakuran May Day 2026 di Pendopo Jombang pun diakhiri dengan suasana penuh kehangatan.

Kebersamaan yang tercipta menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah dan buruh akan terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan industri di Kabupaten Jombang

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE