
SUMENEP | SIGAP88 – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau Dinkes P2KB Sumenep, mengkampanyekan gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC untuk meningkatkan penemuan kasus, pendampingan pasien, dan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kampanye TOSS TBC tersebut melalui penerapan pemantauan dan pemeriksaan, pengobatan rutin kepada masyarakat di setiap wilayah Puskesmas.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg Ellya Fardasah. M.Kes., melalui Kabid pencegahan dan pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri mengatakan, sesuai dengan instruksi kementerian kesehatan, untuk mencari sebanyak mungkin warga yang terindikasi TBC.
TOSS TBC merupakan sebuah gerakan atau kampanye untuk Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh TBC di Indonesia.
“Kampanye ini menjadi salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati dan
menyembuhkan pasien TBC, serta menghentikan penularan TBC di masyarakat“ kata Achmad Syamsuri, Rabu (28/04).
Ia menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan TOSS TBC meliputi, mencari dan menemukan gejala di masyarakat,
mengobati TBC dengan tepat, hingga memantau pengobatan TBC sampai sembuh.
Dengan begitu, dapat dengan cepat mengendalikan penyakit TBC secara dini
“Melalui petugas di setiap desa, seperti bidan, Puskesdes, dapat mendeteksi siapa warga desa yang mengalami penyakit TBC,” ujarnya
Namun, perlu kita apresiasi juga tenaga kader yang telah memberi peran aktif dalam kesehatan masyarakat dengan secara door to door memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang kesehatan.
“Penyakit TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan dijalankan sesuai anjuran dokter atau minum obat secara rutin tanpa putus putus,” tegasnya.
Syamsuri menjelaskan selain melakukan pengobatan secara rutin, juga dukungan keluarga dan lingkungan dapat mempengaruhi cepatnya penyembuhan.
“Pengobatan di setiap Fasilitas kesehatan (Faskes) di setiap Puskesmas sudah tersedia dengan lengkap dan gratis tanpa pungutan biaya,” ujarnya.
Dia menyebut disetiap Puskesmas alat pemeriksaan TBC sudah lengkap. “Masyarakat yang mengalami gejala bisa memeriksakan diri ke Puskesmas,” imbuhnya.
“Seiring dengan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan dan pengobatan, penderita TBC yang telah divonis berangsur angsur sembuh,” pungkasnya.














