
Sidoarjo | SIGAP88 – Panen raya padi di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menjadi momentum penguatan ketahanan pangan daerah.
Lahan seluas sekitar 120 hektare di wilayah tersebut masih produktif dan menjadi salah satu lumbung pangan penting, tidak hanya bagi Sidoarjo, tetapi juga Jawa Timur.
Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut panen kali ini tergolong istimewa karena masih bisa berlangsung di periode akhir musim tanam.
Ia menargetkan ke depan produktivitas bisa ditingkatkan hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Ini termasuk panen terakhir yang masih sangat bagus. Ke depan kita targetkan bisa tiga kali panen dalam setahun. Untuk itu dibutuhkan dukungan alat dan mesin pertanian agar pengolahan lahan lebih cepat,” ujar BHS, Sabtu 25 April 2026.
Menurutnya, kesejahteraan petani mulai meningkat seiring harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang membaik, menjadi sebesar Rp7.500 per kilogram, jauh di atas kondisi sebelumnya.
“Petani sekarang lebih sejahtera karena harga gabah mencapai Rp7.500 per kilogram. Ini mendorong semangat mereka untuk terus bertani secara maksimal,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur irigasi. Ia meminta adanya sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan sektor pertanian agar persoalan air tidak lagi menjadi beban petani.
“Masalah air itu bukan urusan petani, tapi tanggung jawab pemerintah melalui irigasi. Tidak boleh lagi ada petani kesulitan air,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong penyediaan bibit unggul serta perluasan program asuransi gagal panen yang dinilai masih minim. Menurutnya, premi asuransi yang relatif kecil bisa menjadi jaminan besar bagi keberlangsungan usaha tani.
Sementara itu, Ketua Gapoktan sekaligus Plt Kepala Desa Kalimati, Supriyadi, mengaku petani di wilayahnya merasakan dampak positif dari kenaikan harga gabah. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga.
“Kami sangat bersyukur, harga gabah sekarang mencapai Rp7.500 per kilogram, bahkan lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah. Harapannya harga ini bisa stabil ke depannya,” kata Supriyadi.
Ia juga menyambut baik dukungan berbagai pihak, termasuk DPR RI, dalam memperkuat sektor pertanian, terutama melalui bantuan asuransi dan fasilitas produksi.
“Kehadiran Bapak Bambang Haryo sangat membantu. Kami berharap berbagai kendala petani, seperti risiko gagal panen, bisa teratasi melalui program asuransi,” imbuhnya
















