SUMENEP | SIGAP88 – Musim tanam padi pertama di triwulan pertama di Kabupaten Sumenep, Madura mengalami surplus dan telah menutup target tahun 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa panen triwulan pertama di tahun 2026, panen padi sudah masuk target atau surplus.

“Sesuai target dari bulog, serap gabah tahun 2026 menargetkan 600 ton,”kata Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, Kamis (16/04).

Target tersebut atas kerjasama pihak DKPP Sumenep, Penyuluh dan Bulog yang melakukan jemput bola kepada petani langsung untuk membeli gabah di sawah.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan bantu Warga Bangun Pondasi Rumah

“Bulog langsung turun membeli gabah ke pihak petani dengan membawa truk pengangkut gabahnya dengan kapasitas harga Rp 6.500/ kg sesuai Harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah,” tegasnya.

Sehingga, dapat merubah mindset para petani bahwa pemerintah hadir membeli harga komoditi milik petani.

“Petani sangat antusias dengan dukungan harga maksimal sehingga petani diuntungkan,” ujarnya.

“Jadi target yang dipatok 600 ton oleh Bulog, saat ini sudah mencapai 6.066 ton, sehingga melalui panen pertama ini sudah melampaui dari target,” tegasnya.

Pencapaian ini sambung Chainur Rasyid, merupakan pencapaian panen terbesar se-Madura yang terdiri dari empat Kabupaten.

Baca Juga  Warung Teras TPID Sumenep Sukses Jual Minyakita di Pasar Anom

“Saya menganggap, sektor pertanian di Kabupaten Sumenep merupakan penyumbang bagi peningkatan ekonomi masyarakat petani,” tuturnya

Secara logika, Kepala DKPP Sumenep menghitung bahwa pencapaian target di triwulan pertama 6066 X 6.500/kg, maka perputaran keuangan di petani masyarakat Sumenep sekitar empat miliar lebih.

“Gabah petani di beli langsung oleh Bulog dan pembayarannya pula langsung oleh Bulog,” imbuhnya.

Bahkan, pria yang akrab disapa Inung ini mengungkapkan, gabah dari Sumenep di beli oleh Banyumas, dan wilayah wilayah lain.

Baca Juga  Jalin Silaturrahmi, Dandim 0827 Sumenep Kunjungi Ponpes Annuqayah

“Bulog siap menerima gabah kering milik petani dan sesuai dengan HET yang pemerintah tetapkan,” imbuhnya

“Target ini kami kerjasama dengan pihak petani, penyuluh dan bulog serta memberikan sosialisasi kepada petani untuk memaksimalkan lahan yang ada,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE