SPPG se-Pamekasan Gelar Doa Bersama, Satukan Semangat Pengabdian dan Nasionalisme

Peringati Sumpah Pemuda

0
122

PAMEKASAN | SIGAP88 – Semangat pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga dapat diperkuat lewat doa, kebersamaan, dan refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Semangat itulah yang melatarbelakangi kegiatan doa bersama yang digelar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026).

Bertempat di salah satu ballroom hotel di Jalan Jokotole, kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda serta refleksi dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Melalui munajat bersama, para peserta memohon keberkahan, kelancaran, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen pengabdian dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Triarif, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk mendukung keberhasilan program pemerintah.

“Doa bersama ini merupakan bagian penting dari sebuah pengabdian untuk menyukseskan program prioritas Presiden,” kata Hariyanto.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dukungan spiritual terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan semangat persatuan dan nasionalisme.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan perlu terus dijaga dalam berbagai bidang pengabdian.

“Tidak hanya doa bersama untuk kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, melainkan kami juga melaksanakan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai wujud jiwa nasionalisme,” ujarnya.

SPPG dan Peran Sosial di Tengah Masyarakat

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari kalangan penggiat budaya di Pamekasan. Perwakilan penggiat budaya Kabupaten Pamekasan, Ach Faulur Rozi, yang akrab disapa Eroz, menilai inisiatif tersebut sebagai bentuk kegiatan positif yang layak mendapat dukungan.

Menurut Eroz, keberadaan SPPG tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga berpotensi mengambil peran dalam kegiatan sosial yang memperkuat nilai religius dan kebangsaan.

“Kami sebagai penggiat budaya Kabupaten Pamekasan, apapun kegiatannya kami mendukung penuh,” pungkas Eroz.

Doa bersama tersebut menjadi salah satu upaya mempererat kebersamaan di lingkungan SPPG se-Kabupaten Pamekasan. Di tengah pelaksanaan program pemenuhan gizi, semangat pengabdian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masyarakat tetap menjadi nilai penting yang perlu dijaga.

Momentum Sumpah Pemuda pun mengingatkan bahwa persatuan tidak cukup berhenti sebagai slogan, melainkan harus tercermin dalam kerja nyata dan kontribusi bagi masyarakat.