SUMENEP | Sigap88 – Akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025, para peternak sapi di Kabupaten Sumenep, Madura resah dengan adanya penyakit misterius yang menjangkit sapi, sehingga mengakibatkan puluhan sapi mati dengan mendadak tanpa adanya gejala yang jelas.

Menurut informasi yang di dapat sigap88.com bahwa ratusan sapi diduga juga terjangkit wabah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, menyebutkan, kurang lebih 150 ekor sapi di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumenep terjangkit penyakit tersebut.

“Hasil pantauan kami sekitar 150 ekor sapi terpapar wabah penyakit misterius seperti di Kecamatan Pasongsongan, Rubaru dan Batu Putih,” kata kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid. Kamis (02/01/2025).

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Giat Dampingi Rawat Tanam Jagung di Dusun Bertah

Menurutnya, hasil investigasi di lapangan yang dilakukan oleh petugas ditemukan gejala berupa demam tinggi dan perut kembung.

“Dugaan sementara sapi makan rumput muda kaya gas,” ucapnya.

Akibat peristiwa itu, Kepala DKPP Sumenep mengimbau kepada masyarakat peternak, baik sapi maupun kambing “agar rumput yang akan di berikan kepada ternaknya harus di sumoat terlebih dahulu agar layu, baru diberikan untuk dimakan oleh ternaknya,” ujar pria yang akrab disapa Inoeng ini

Dengan kejadian wabah yang menyerang hewan ternak tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo akan terjun langsung bersama tim kesehatan hewan ke lapangan untuk memastikan apa penyebab terjadinya wabah tersebut.

Baca Juga  DPW ALFI/ILFA Jatim Beri Jalan Anggota Ungkapkan Keruwetan

“Kami akan terjun langsung untuk memastikan penyebab terjadinya wabah yang menimpa hewan ternak ini” ucapnya

Sementara itu, Syafi’i salah seorang peternak sapi dan merupakan anggota kelompok tani, warga desa Mintornah, kecamatan Pasongsongan, mengatakan, wabah penyakit ini sangat berdampak kepada para peternak atau kepada petani.

“Para petani di wilayah kami sekaligus merupakan peternak sapi dan kambing, dengan adanya wabah penyakit ini sangat meresahkan bagi kami semua para peternak,” ungkap Syafi’i.

Dirinya berharap, pemerintah secepatnya sigap terkait permasalahan yang menimpa para peternak, karena sampai saat ini belum ada kepastian apa penyebab dan penanggulangan penyakit tersebut.

Baca Juga  Warga Keluhkan Dokter Puskesmas Pagerungan Besar Tidak Hadir, Kepala Puskesmas: Saat Ini Masih Izin

“Kami berharap pemerintah cepat menyelidiki dan menanggulangi wabah ini, agar masyarakat tidak semakin resah,” terangnya.

Karena kami sebagai petani, ungkap Syafi’i ternak merupakan aset penting yang menopang perekonomian profesi kami

“Semoga pemerintah secepatnya memberikan solusi agar para petani tidak semakin merugikan dalam hal ini,” harapnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE