SURABAYA | SIGAP88 — Harapan menemukan korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya membuat operasi pencarian KMP Mutiara Sentosa 2 terus diperluas. Memasuki hari berikutnya pascakebakaran, Polda Jatim mengerahkan dua helikopter, armada laut, hingga teknologi bawah air untuk menyisir perairan utara Pulau Buruan, Sapudi, Kabupaten Sumenep.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya maksimal tim SAR gabungan dalam mempercepat proses pencarian di kawasan yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Penyisiran dilakukan secara terpadu melalui jalur udara, laut, hingga bawah permukaan air.

Dari udara, dua helikopter milik Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur dan Korpolairud Baharkam Polri diterbangkan guna memperluas jangkauan observasi sekaligus meningkatkan efektivitas pencarian di sekitar titik kebakaran.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, pengerahan helikopter merupakan bagian dari penguatan operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Dukungan dari Mabes Polri diharapkan mampu mempercepat proses pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

“Ya ada (mengerahkan helikopter untuk membantu pencarian korban), kemarin dari Mabes juga diperbantukan. Kami ada tim Polda satu, dari Mabes Polairud juga satu. Sama, untuk membantu teman-teman melakukan kegiatan pencarian ya. Mudah-mudahan semuanya bisa diselamatkan,” ujar Nanang saat berada di Posko Terpadu Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Menurut Kapolda, koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar setiap informasi maupun potensi ditemukannya korban dapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh unsur yang bertugas di lapangan.

Armada Laut dan Teknologi Bawah Air Dikerahkan Maksimal

Selain penyisiran melalui jalur udara, kekuatan operasi juga difokuskan di sektor laut. Direktorat Polairud Polda Jawa Timur mengerahkan armada patroli beserta peralatan berteknologi tinggi untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi kebakaran.

Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara menjelaskan, penyisiran difokuskan pada kawasan perairan di sekitar titik kejadian hingga radius sekitar 10 mil laut, termasuk wilayah perairan Kabupaten Sumenep yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban akibat pengaruh arus laut.

Untuk mendukung operasi tersebut, Ditpolairud mengoperasikan dua kapal patroli tipe B berukuran lebih dari 30 meter yang memiliki kemampuan jelajah di perairan lepas. Armada tersebut kemudian diperkuat sejumlah Kapal Patroli Cepat (KPC) Level 2 dan Level 3 yang bergerak bergantian menyisir perairan terbuka maupun kawasan pesisir.

Penyisiran juga didukung berbagai perangkat pencarian bawah air, mulai dari sonar, drone bawah air (ROV), metal scanner, hingga kamera bawah air. Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk mendeteksi objek di sekitar badan kapal maupun dasar perairan yang tidak dapat dijangkau melalui pengamatan dari permukaan.

Menurut Arman, meski KMP Mutiara Sentosa 2 tidak tenggelam, penyisiran bawah air tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terdapat korban yang terbawa arus atau berada di sekitar lokasi kejadian.

“Underwater ya, kan kapal belum tenggelam, tapi kalau alat yang di bawah ada sonar, ada drone bawah laut, ada scan metal namanya. Terus ada motor laut juga. Kalau untuk pendukungnya itu kamera underwater. Antisipasi kalau misalnya ada tenggelam, tampak pelampung dan sebagainya,” jelas Arman.

Selain armada Ditpolairud, operasi kemanusiaan ini juga diperkuat berbagai unsur maritim lainnya, di antaranya KP Manyar 5003, KRI Bung Hatta-370, dan KNP Grantin P.211. Seluruh armada bergerak secara terkoordinasi dengan pola penyisiran yang terus disesuaikan berdasarkan kondisi cuaca, arah angin, arus laut, serta hasil evaluasi di lapangan.

234 Penumpang Dievakuasi, Pencarian Terus Berlanjut

Di tengah penyisiran yang terus diperluas, tim SAR gabungan juga memperbarui data evakuasi penumpang. Hingga Senin (3/8/2026) pagi, sebanyak 234 orang yang tercatat sebagai passenger on board (POB) KMP Mutiara Sentosa 2 telah berhasil dievakuasi.

Search Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit P.H. menyampaikan, dari jumlah tersebut 229 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) sebelum diserahkan kepada keluarga.

Meski sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi, misi pencarian belum berakhir. Tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan utara Pulau Buruan melalui jalur udara, laut, hingga bawah permukaan air untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal.

Koordinasi lintas instansi pun terus diperkuat. Seluruh unsur yang terlibat bergerak sesuai pembagian sektor pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut yang dapat memengaruhi pergerakan korban.

Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian masih terus berlangsung. Dengan dukungan helikopter, armada laut, kapal perang, serta teknologi bawah air, seluruh unsur SAR gabungan berharap setiap korban yang masih belum ditemukan dapat segera dievakuasi, sehingga keluarga yang menunggu di posko memperoleh kepastian atas nasib orang-orang yang mereka cintai.