Posko Terpadu Pelindo di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak melayani korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2.
Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo memberikan keterangan terkait pembukaan posko untuk melayani para korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

SURABAYA | SIGAP88 — Di saat helikopter, kapal patroli, dan tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu menyisir perairan utara Pulau Buruan, Sapudi, perjuangan lain berlangsung di daratan. Di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, para penyintas kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 disambut bukan sekadar sebagai penumpang yang selamat, tetapi sebagai korban yang membutuhkan pertolongan, ketenangan, dan kepastian.

Untuk menjawab kebutuhan itu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 membentuk Posko Terpadu yang menjadi pusat penanganan kemanusiaan sejak para korban tiba di pelabuhan. Posko tersebut menjadi titik awal proses pemulihan para penyintas, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pendataan, pendampingan, hingga membantu mereka melanjutkan perjalanan atau kembali berkumpul dengan keluarga.

Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan pelayanan diberikan melalui sinergi berbagai instansi agar seluruh proses penanganan berlangsung cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan para korban.

“Posko bersama ini kami dirikan untuk mempermudah dan mempercepat proses identifikasi serta pelayanan kepada penumpang yang dievakuasi dan tiba di Tanjung Perak. Kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Purwanto.

Menurutnya, Posko Terpadu dibangun melalui kolaborasi dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Basarnas, BPBD, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS PHC Surabaya, kepolisian, serta berbagai instansi terkait lainnya sehingga setiap korban dapat memperoleh pelayanan secara menyeluruh sejak tiba di pelabuhan.

Bukan Sekadar Posko, tetapi Tempat Memulihkan Harapan

Pelindo memastikan pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Berbagai fasilitas disiapkan untuk membantu para penyintas memulihkan kondisi fisik maupun psikis setelah melewati kepanikan akibat kebakaran di tengah pelayaran.

Di Posko Terpadu, korban memperoleh layanan kesehatan gratis, ruang istirahat, tempat ibadah, kamar mandi, hingga pendampingan bagi mereka yang masih mengalami trauma. Petugas juga membantu proses administrasi serta memberikan informasi kepada keluarga yang menunggu kabar kerabat mereka.

Bagi penumpang yang telah dinyatakan sehat, Pelindo memfasilitasi keberangkatan menggunakan kapal pengganti agar perjalanan dapat dilanjutkan. Sementara korban yang memilih kembali ke daerah asal akan diantar menuju terminal bus maupun stasiun kereta api tanpa dipungut biaya.

Tak hanya itu, Gedung Serbaguna Pelabuhan Tanjung Perak juga difungsikan sebagai tempat singgah sementara bagi penyintas untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.

Dalam proses evakuasi, sedikitnya empat kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran turut membantu menyelamatkan penumpang. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak, kapal-kapal tersebut langsung mendapat prioritas sandar agar proses evakuasi dan penanganan korban dapat dilakukan secepat mungkin.

“Kami memastikan kapal-kapal yang membawa korban mendapat prioritas sandar sehingga proses penanganan dapat berlangsung cepat. Fokus utama kami adalah keselamatan dan kenyamanan para penumpang karena mereka tentu mengalami trauma akibat musibah ini,” kata Purwanto.

Pelindo memastikan Posko Terpadu akan tetap beroperasi hingga seluruh proses evakuasi dan penanganan korban dinyatakan selesai oleh otoritas yang berwenang.

Koordinasi Terus Diperkuat, Pemerintah Siapkan Investigasi

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun menegaskan koordinasi antarinstansi terus dilakukan agar proses evakuasi, pelayanan, dan penanganan korban berjalan aman, tertib, serta terpadu.

“Fokus utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal, sekaligus memastikan pelayanan kepada korban berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah proses penyelamatan selesai, pemerintah akan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut meninjau langsung proses penanganan korban. Setelah mengunjungi Pelabuhan Kalianget di Kabupaten Sumenep, Menhub melanjutkan pemantauan ke Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung operasi pencarian, penyelamatan, evakuasi, hingga pelayanan bagi korban dan keluarganya.

Selain di Tanjung Perak, Posko Terpadu juga dioperasikan di Pelabuhan Kalianget guna mempercepat koordinasi penanganan dari dua titik pendaratan utama penyintas.

Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, hingga Minggu (2/8/2026) pukul 20.30 WIB, sebanyak 235 orang berhasil dievakuasi, terdiri atas 230 penumpang selamat dan lima orang meninggal dunia. Sementara itu, pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan melalui jalur udara, laut, dan bawah permukaan air.

Di saat operasi pencarian masih berlangsung di laut, Posko Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak tetap beroperasi tanpa henti. Bagi para penyintas, tempat itu bukan sekadar lokasi transit, melainkan ruang pertama untuk memulihkan diri, menerima kepastian, dan menata kembali harapan setelah selamat dari salah satu musibah pelayaran yang mengguncang perairan Jawa Timur.