Jembatan Perintis Garuda Hubungkan 40 Desa di Nganjuk
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengikuti peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8/2026).

NGANJUK | SIGAP88 – Sebuah jembatan sepanjang 18 meter di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, kini membuka akses yang lebih singkat bagi masyarakat di dua kecamatan. Jembatan Perintis Garuda tersebut menjadi bagian dari ribuan infrastruktur penghubung dan sumber air bersih yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual, Kamis (13/8/2026).

Peresmian di Nganjuk dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin.

Jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Loceret dan Kecamatan Pace itu dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi akses bagi masyarakat dari sekitar 40 desa.

Dengan lebar 1,8 meter dan kemampuan menahan beban maksimal 3,5 ton, jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga yang selama ini harus menempuh jalur lebih jauh untuk berpindah antarkawasan.

Khofifah mengatakan, pembangunan jembatan di wilayah perdesaan bukan sekadar menghadirkan jalur penghubung, tetapi menyangkut langsung kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, akses yang semakin dekat dan aman akan memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah hingga pusat-pusat kegiatan ekonomi.

“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” ujar Khofifah.

Di Jawa Timur sendiri, sebanyak 270 Jembatan Perintis Garuda telah dibangun dalam program tersebut.

Khofifah menilai keberadaan infrastruktur penghubung akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian desa. Akses yang terbuka membuat pergerakan masyarakat sekaligus distribusi berbagai komoditas menjadi lebih mudah.

Hasil pertanian, peternakan maupun produk ekonomi masyarakat desa dapat didistribusikan dengan lebih efisien. Pada saat yang sama, terbukanya akses juga menciptakan peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.

“Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” katanya.

Khofifah juga menempatkan pembangunan jembatan tersebut dalam kerangka pemerataan pembangunan dari wilayah paling bawah.

Menurut dia, kemudahan akses menjadi salah satu fondasi penting agar masyarakat di desa dan wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan konektivitas tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses layanan dasar.

“Ini adalah bentuk nyata bagaimana pembangunan memberikan kemudahan dan percepatan akses bagi mobilitas masyarakat kampung dan desa. Anak-anak juga bisa lebih cepat dan aman menempuh perjalanan dari rumah menuju sekolah,” ujarnya.

Ribuan Titik Air Bersih

Selain meresmikan jaringan jembatan, Presiden Prabowo juga meresmikan pembangunan 3.000 sumber air bersih yang dikerjakan jajaran TNI AD di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut mendapat perhatian khusus dari Khofifah karena Jawa Timur mulai memasuki periode kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah.

Di Jawa Timur, sebanyak 81 sumber air bersih telah dibangun melalui program tersebut.

Khofifah menilai penyediaan sumber air memiliki arti strategis karena air merupakan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan sumber air tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar, termasuk mendukung sektor pertanian.

Jika ketersediaan air dapat dimanfaatkan untuk membantu pengairan lahan persawahan, program tersebut sekaligus dapat memperkuat produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tingkat daerah.

“Harapannya sumber air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga bisa mendukung pengairan persawahan. Dengan begitu, program ini ikut memperkuat ketahanan pangan di masing-masing wilayah,” tutur Khofifah.

Menurut Khofifah, pembangunan jembatan dan sumber air bersih menunjukkan bahwa infrastruktur dasar memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.

Jembatan membuka konektivitas, sementara ketersediaan air menopang kehidupan dan produktivitas masyarakat. Keduanya menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas hidup warga di wilayah perdesaan.

“Konektivitas yang semakin baik dan ketersediaan air bersih yang memadai adalah fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari desa, kita dorong akses semakin terbuka, ekonomi semakin tumbuh, dan masyarakat semakin sejahtera,” tegasnya.

Prabowo Apresiasi TNI-Polri

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terlibat dalam berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Prabowo, pembangunan jembatan dan titik air bersih di berbagai daerah merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Ia mencontohkan manfaat jembatan bagi anak-anak sekolah. Jalur yang sebelumnya mengharuskan mereka memutar dapat menjadi lebih pendek setelah akses penghubung dibangun.

“Terima kasih dan apresiasi atas sumbangsih dan kerja keras TNI-Polri yang dipersembahkan untuk rakyat sehingga memudahkan mobilitas maupun akses di pedesaan maupun wilayah pedalaman Indonesia,” ujar Prabowo.

Presiden juga menilai pembangunan tersebut mencerminkan semangat gotong royong serta kemampuan bangsa mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi pemerintah, pembangunan infrastruktur dasar bukan hanya soal mempercepat konektivitas, tetapi juga memastikan masyarakat di pelosok memperoleh akses yang lebih layak terhadap kebutuhan dasar.

Dari Nganjuk, manfaat pembangunan itu kini dirasakan melalui sebuah jembatan yang memperpendek akses antardesa dan dua kecamatan, sekaligus menjadi bagian dari agenda pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan.

📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN