
SUMENEP | SIGAP88 – Upaya meningkatkan cakupan kesehatan dasar anak terus digencarkan di Kabupaten Sumenep, Madura.
Salah satu langkah nyata diwujudkan dengan menetapkan Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, sebagai lokasi percontohan atau pilot projek program “Desa IMAN“ atau Desa Imunisasi Mantap yang dijalankan melalui sistem pelayanan Posyandu.
Penetapan itu disampaikan dalam kegiatan Posyandu yang digelar di Balai Desa Babbalan, Senin (8/6).
Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Sumenep Syamsuri, Plt Camat Batuan Supardi, Plt Kepala Puskesmas Batuan, drg Emi Kristin Wamoro, Pj Kepala Desa Babbalan, para kader kesehatan, serta undangan lainnya.
Menurut Syamsuri, program “Desa IMAN“ merupakan inovasi yang dikembangkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar seluruh balita mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap dan tepat waktu.
Sasaran utamanya adalah melindungi kesehatan anak sekaligus mencegah terjadinya kasus stunting.
“Program ini dirancang agar setiap balita mendapatkan imunisasi lengkap. Tujuannya agar mereka memiliki kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit berbahaya sekaligus menekan risiko pertumbuhan yang terhambat,” ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak, terutama kader kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan di tingkat masyarakat.
“Kader memegang peran sangat penting karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga. Mereka yang memberikan penjelasan dan edukasi mengenai manfaat imunisasi, sehingga masyarakat mau membawa anaknya ke Posyandu,” jelas Syamsuri.
Sementara itu, Plt Camat Batuan Supardi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Desa Babbalan, khususnya para kader, yang telah bekerja keras hingga desanya terpilih menjadi lokasi percontohan.
“Ini merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Program Iman ini hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak kesehatannya melalui imunisasi yang baik dan lengkap. Keberhasilan ini tidak lepas dari keseriusan semua pihak di desa dalam mendukung layanan kesehatan,” katanya.
Supardi menambahkan, peran aktif kader sangat berarti dalam mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi meremehkan pentingnya imunisasi bagi tumbuh kembang anak.
Di sisi lain, Plt Kepala Puskesmas Batuan drg Emi Kristin Wamoro menegaskan bahwa inti dari program “Desa IMAN“ adalah memastikan tidak ada satu pun anak yang terlewat jadwal imunisasinya, baik dasar maupun lanjutan.
Ia menyebutkan, kolaborasi erat antara Dinas Kesehatan, pemerintah desa, dan para kader menjadi kunci utama agar target tersebut tercapai.
“Tanpa kerja sama semua pihak, tujuan ini sulit diwujudkan,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, imunisasi memberikan perlindungan jangka panjang.
Dengan kekebalan tubuh yang terbentuk, anak-anak akan terhindar dari penyakit menular berbahaya seperti polio dan campak.
Di samping itu, imunisasi juga berkontribusi dalam mencegah terjadinya stunting agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Ke depannya, diharapkan model program ini dapat direplikasi ke desa-desa lain di Sumenep agar cakupan imunisasi merata dan kesehatan anak-anak kita semakin terjamin,” pungkasnya.














