
SUMENEP | SIGAP88 – Sebagai bagian dari kalender event tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Pulau Sapudi ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan Karapan Sapi Bupati Cup tingkat Kabupaten pada tahun 2026.
Penetapan ini dinilai tepat mengingat wilayah kepulauan tersebut dikenal sebagai sentra peternakan sapi terbesar di Indonesia sekaligus cikal bakal tradisi karapan sapi khas Madura.
Keputusan ini disampaikan Camat Nonggunong sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gayam, Roby Firmansyah, usai berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Sumenep.
Ia menyatakan bahwa penyelenggaraan acara tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara resmi di wilayahnya.
“Sesuai hasil koordinasi kami dengan Pemkab Sumenep, penyelenggaraan Karapan Sapi Bupati Cup tingkat Kabupaten tahun ini insyaAllah akan digelar di Pulau Sapudi,” ujar Roby, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, kelayakan Pulau Sapudi menjadi tuan rumah tidak terlepas dari sejumlah keunggulan yang dimiliki wilayah tersebut.
Selain memiliki jumlah pencinta karapan sapi terbanyak, pulau ini diakui sebagai asal muasal bibit sapi karapan Madura.
Bahkan, diperkirakan sekitar 90 persen bibit sapi karapan yang ada berasal dari wilayah ini. Tidak hanya itu, tersedia pula lapangan karapan sapi yang telah memenuhi standar nasional.
“Bibit karapan sapi Madura 90 persen berasal dari Pulau Sapudi. Ini menjadi alasan kuat mengapa wilayah kami layak menjadi tempat penyelenggaraan event tingkat kabupaten hingga tingkat Karesidenan Madura,” jelasnya.
Lebih jauh, Roby berharap penyelenggaraan ajang bergengsi ini dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat.
Salah satunya adalah kenaikan nilai jual sapi yang otomatis akan meningkatkan kesejahteraan peternak.
Selain itu, gelaran ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
“Dampak pelaksanaan Karapan Sapi Bupati Cup diharapkan dapat menyedot wisatawan dari dalam maupun luar Sumenep. Semoga hal ini berdampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi para pelaku UMKM,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Andre Zulkarnaen, membenarkan jadwal pelaksanaan yang telah disusun.
Ia menyebutkan, ajang tersebut diagendakan berlangsung pada 13 September 2026, dengan catatan tidak ada perubahan mendesak di kemudian hari.
“Rencana pelaksanaan Karapan Sapi Bupati Cup jatuh pada 13 September 2026 di Pulau Sapudi, dengan catatan tidak ada perubahan jadwal yang terpaksa harus dilakukan,” tegas Andre mewakili Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi.
Ia menambahkan, dipilihnya Pulau Sapudi sebagai lokasi penyelenggaraan adalah sebuah kebanggaan tersendiri, mengingat wilayah tersebut telah lama dikenal sebagai pusat produksi sapi karapan sejak zaman nenek moyang.
Ajang ini diharapkan menjadi sarana mempromosikan kekayaan budaya sekaligus menjadi pendorong utama kemajuan pariwisata dan perekonomian rakyat setempat.
“Pulau Sapudi adalah tempat asal sapi karapan Madura. Menyelenggarakan event ini di sini bukan hanya melestarikan tradisi, tapi juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memajukan perekonomiannya melalui sektor pariwisata dan UMKM,” pungkas Andre














