SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten Sumenep memanfaatkan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan momentum untuk menegaskan arah baru pembangunan ekonomi daerah. Di tengah penguatan ekonomi berbasis desa, koperasi didorong naik kelas menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin Upacara Gabungan Harkopnas ke-79 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Senin (13/7/2026).

Di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta jajaran pimpinan perangkat daerah, Bupati menegaskan bahwa koperasi harus keluar dari stigma lama sebagai organisasi pelengkap. Menurutnya, koperasi harus mampu bertransformasi menjadi pilar ekonomi yang tumbuh sehat, adaptif terhadap perubahan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Momentum peringatan Harkopnas tahun ini pun dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat komitmen membangun ekosistem perkoperasian yang lebih profesional. Langkah tersebut dinilai selaras dengan kebijakan nasional yang mendorong lahirnya koperasi sebagai penggerak ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus memperluas peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Upacara gabungan berlangsung khidmat di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejumlah pejabat turut hadir, mulai dari Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, para asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, hingga unsur pemerintahan lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan penghargaan kepada sejumlah koperasi yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik. Penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas capaian kelembagaan, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap kontribusi koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

Langkah itu sekaligus menjadi penanda bahwa penguatan koperasi tidak berhenti pada tataran kebijakan. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap koperasi terus berkembang melalui tata kelola yang sehat, inovasi usaha, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang semakin kompetitif.

Dalam amanatnya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi yang selama ini berperan menjaga denyut perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep.

“Alhamdulillah, pada Hari Koperasi Nasional ke-79 ini kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh koperasi di Kabupaten Sumenep yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kontribusi koperasi sangat nyata dan harus terus diperkuat,” ujar Achmad Fauzi.

Menurut Bupati, penghargaan kepada koperasi berprestasi diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh gerakan koperasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat pelayanan kepada anggota, menghadirkan inovasi usaha, serta membangun profesionalisme agar semakin dipercaya masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat kepada koperasi yang menerima penghargaan. Jadikan penghargaan ini sebagai pemacu semangat untuk terus meningkatkan tata kelola, pelayanan, inovasi, dan profesionalisme sehingga koperasi semakin dipercaya masyarakat,” katanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, penguatan koperasi tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Lebih dari itu, koperasi diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah yang tumbuh dari desa dan bertumpu pada semangat gotong royong.

Menurut Achmad Fauzi, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) membuka babak baru dalam penguatan ekonomi desa. Program tersebut dinilai menjadi fondasi lahirnya koperasi yang lebih modern, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Program tersebut, menurutnya, sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan titik awal lahirnya tatanan perkoperasian yang lebih kuat, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Saya berharap setiap koperasi mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden,” tegasnya.

Namun demikian, Bupati menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak dapat dibebankan hanya kepada pengurus maupun anggotanya. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, hingga aparatur sipil negara agar koperasi mampu berkembang sebagai lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Karena itu, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan menjadi bagian dari gerakan memperkuat koperasi melalui budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta pelayanan publik yang berkualitas.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus mendampingi dan memperkuat koperasi. ASN juga merupakan bagian dari gerakan koperasi. Mari kita bekerja dengan penuh semangat, menjaga integritas, mengedepankan tanggung jawab, dan bersama-sama menjadikan koperasi sebagai pilar kemajuan Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Dengan semangat Harkopnas ke-79, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap koperasi tidak hanya tumbuh sebagai lembaga ekonomi milik anggota, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan daerah. Penguatan kelembagaan, tata kelola yang sehat, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar koperasi mampu menjawab tantangan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Melalui penguatan koperasi yang sehat, profesional, dan adaptif, Pemkab Sumenep optimistis ekonomi berbasis kerakyatan akan semakin kokoh. Harapannya, koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.