PAMEKASAN | SIGAP88 — Distribusi 35 porsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Sumber Waru 3, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, sempat tertunda saat penyaluran berlangsung, Selasa (14/7/2026). Sempat tertundanya distribusi itu memunculkan pertanyaan mengenai kelancaran penyaluran MBG. Namun, jeda tersebut hanya berlangsung singkat karena kekurangan menu langsung dipenuhi pada hari yang sama.

Menurut pihak SPPG, SD Negeri Sumber Waru 3 merupakan titik terakhir dalam jalur distribusi makanan dari dapur pelayanan. Saat pengiriman awal, jumlah menu yang tiba di sekolah tercatat kurang 35 porsi. Begitu laporan diterima dari pihak sekolah, petugas distribusi segera mengirimkan kekurangan tersebut sehingga seluruh siswa tetap memperoleh menu MBG sesuai haknya.

Setelah menerima informasi adanya kekurangan menu, pihak SPPG menyebut tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan penanganan. Koordinasi dengan pihak sekolah yang telah terjalin sejak proses distribusi menjadi dasar bagi petugas untuk segera mengirimkan sisa menu yang belum diterima para siswa.

Kepala SPPG Rumah Juang Garuda Emas, MR, mengatakan laporan dari Kepala SD Negeri Sumber Waru 3 langsung ditindaklanjuti begitu diterima. Menurutnya, tidak ada penundaan dalam pemenuhan kekurangan porsi tersebut.

“Kami dihubungi oleh Kepala SD Negeri Sumber Waru 3 bahwa dalam pendistribusian MBG ada kekurangan sebanyak 35 ompreng. Pada saat itu juga kami langsung memenuhi MBG kepada siswa yang belum kebagian,” ujar MR.

MR menjelaskan, keterlambatan yang terjadi bukan disebabkan kelalaian dalam proses pelayanan maupun distribusi. Menurut MR, selisih jumlah menu pada distribusi awal segera teridentifikasi melalui koordinasi dengan pihak sekolah. Karena itu, petugas tidak menunggu jadwal distribusi berikutnya, melainkan langsung mengirimkan sisa porsi yang belum diterima siswa.

Di tengah munculnya berbagai informasi mengenai distribusi MBG, MR juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang sempat terjadi. Ia berharap penjelasan tersebut dapat memberikan gambaran utuh mengenai kronologi distribusi, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami memohon maaf atas keterlambatan pendistribusian. Informasi yang beredar tidak benar adanya karena pada saat itu juga kekurangan tersebut langsung kami antar. Ini murni bukan kelalaian dari SPPG,” tegasnya.

MR memastikan, tambahan 35 porsi yang dikirim pada hari itu telah menutup seluruh kekurangan distribusi di SD Negeri Sumber Waru 3. Dengan demikian, tidak ada siswa yang tertinggal atau kehilangan haknya untuk menerima menu Program Makan Bergizi Gratis.

“Seluruh siswa dipastikan telah menerima menu Program Makan Bergizi Gratis sesuai jumlah yang telah ditetapkan,” ujarnya.

MR memastikan tidak ada menu yang dibatalkan maupun dialihkan ke sekolah lain. Menurutnya, selisih jumlah porsi yang terjadi pada distribusi awal langsung dilengkapi setelah petugas menerima laporan dari pihak sekolah, sehingga seluruh siswa tetap memperoleh menu MBG pada hari yang sama.

Dengan terpenuhinya tambahan 35 porsi tersebut, seluruh siswa SD Negeri Sumber Waru 3 dipastikan telah menerima menu Program Makan Bergizi Gratis sesuai kuota yang ditetapkan. Peristiwa tersebut menegaskan bahwa kecepatan koordinasi antara sekolah dan penyedia layanan menjadi kunci agar setiap kendala teknis dapat segera diselesaikan tanpa mengurangi hak siswa sebagai penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.