Pemkab Sumenep Siapkan Rp1,06 Miliar untuk Revitalisasi Tiga Pasar Rakyat

0
175

SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai menyiapkan pembenahan sejumlah pasar rakyat pada penghujung 2026. Pengosongan kios hingga pembersihan area pasar menjadi tahap awal sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Program revitalisasi tersebut menyasar Pasar Pragaan, Pasar Lenteng, dan Pasar Dasuk. Pekerjaan yang direncanakan meliputi pengurukan, perbaikan los, hingga pembenahan atap pasar dengan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Didik Prayitno, mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas pasar pada tahun anggaran 2026.

“Ada tiga pasar yang akan dilakukan perbaikan, baik revitalisasi maupun pengurukan,” kata Didik, Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang tercantum dalam bahan keterangan, anggaran pengurukan Pasar Pragaan sebesar Rp369 juta. Sementara itu, rehabilitasi los Pasar Dasuk dialokasikan Rp322 juta, sedangkan revitalisasi atap Pasar Lenteng sebesar Rp370 juta.

Dengan demikian, total anggaran untuk ketiga pekerjaan tersebut mencapai Rp1,061 miliar.

Didik menjelaskan, pekerjaan fisik direncanakan mulai berjalan pada akhir Oktober 2026. Waktu pelaksanaan diperkirakan berlangsung sekitar 50 hari.

“Kami optimistis pekerjaan ini selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Didik, jenis pekerjaan yang direncanakan relatif sederhana sehingga pelaksanaannya diharapkan tidak menghadapi kendala berarti. Namun, pengaturan aktivitas pedagang tetap menjadi perhatian, terutama di pasar yang beroperasi setiap hari.

Pasar Lenteng Jadi Perhatian

Dari tiga lokasi tersebut, Pasar Lenteng membutuhkan penanganan lebih cepat karena aktivitas perdagangan berlangsung setiap hari. Pekerjaan pembenahan atap harus diatur agar proses pengerjaan tidak mengganggu kegiatan ekonomi pedagang secara berlebihan.

Didik mengatakan, relokasi pedagang yang terdampak telah disiapkan. Para pemilik toko juga disebut sudah memindahkan barang dagangan mereka ke tempat yang disediakan.

“Relokasinya sudah disediakan dan pemilik toko sudah memindahkan barang-barangnya,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, kios yang akan dikerjakan telah dikosongkan dan memasuki tahap pembersihan awal. Tahap berikutnya adalah pembongkaran atap toko sebelum pekerjaan revitalisasi dilanjutkan.

“Relokasi toko sudah selesai, saat ini toko sudah kosong dan tinggal pembongkaran atap toko,” imbuhnya.

Didik menegaskan, seluruh pembiayaan program tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep. Ia juga menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/10/2026).

“Besok, insyaallah, kami akan menandatangani kontrak pelaksanaan,” tegasnya.

Perbaikan Fasilitas dan Harapan Peningkatan PAD

Revitalisasi pasar rakyat tidak hanya berkaitan dengan pembenahan fisik bangunan. Ketersediaan fasilitas yang lebih baik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kepada pedagang dan masyarakat.

Di sisi lain, pasar rakyat merupakan salah satu sektor yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui penerimaan retribusi pasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Didik menyebut, perbaikan fasilitas menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Revitalisasi ini merupakan bentuk layanan kepada masyarakat dan dapat meningkatkan PAD,” pungkasnya.

Dengan target pelaksanaan sekitar 50 hari, penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal menjadi hal penting agar manfaat anggaran publik dapat segera dirasakan. Selain kualitas hasil pekerjaan, kelancaran aktivitas perdagangan dan kepastian penempatan pedagang selama proses revitalisasi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.