TMMD ke-130 Kodim Pamekasan Hadir di Desa Jarin, Kades Zuhri: Harapan Warga Mulai Terwujud

0
148
Prajurit TNI dan warga dalam kegiatan TMMD ke-130 Kodim Pamekasan di Desa Jarin
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, menjadi bagian dari upaya pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

PAMEKASAN | SIGAP88 — Pembangunan desa tidak selalu bermula dari proyek besar. Terkadang, perubahan yang paling berarti justru hadir melalui jalan yang lebih layak, rumah yang lebih manusiawi, saluran air yang tertata, hingga tersedianya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Harapan itulah yang kini dirasakan masyarakat Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, setelah desa mereka menjadi lokasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130. Kodim 0826 Pamekasan

Kepala Desa Jarin, H. Moh Zuhri, menyambut kehadiran para prajurit TNI dengan rasa bangga. Baginya, program tersebut bukan sekadar kegiatan pembangunan, melainkan jawaban atas sejumlah kebutuhan masyarakat yang selama ini menjadi perhatian pemerintah desa bersama warga.

Jalan desa, rumah tidak layak huni, drainase, hingga kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Melalui TMMD, berbagai kebutuhan itu mulai mendapatkan penanganan nyata.

“Semua program yang dikerjakan dalam TMMD ini sebenarnya merupakan program unggulan desa kami. Inilah yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Alhamdulillah, sekarang harapan itu mulai menjadi kenyataan berkat kehadiran bapak-bapak TNI,” ujar Zuhri, Jumat (30/10/2026).

Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Warga

Bagi masyarakat Desa Jarin, pembangunan infrastruktur memiliki arti lebih dari sekadar perubahan kondisi fisik lingkungan. Infrastruktur yang memadai turut menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, aksesibilitas warga, dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebagian besar penduduk Jarin menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Karena itu, kondisi jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, termasuk ketika mengangkut hasil pertanian.

Jalan yang lebih baik diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga. Sementara itu, pembangunan drainase berkaitan dengan penataan lingkungan, penyediaan air bersih menjawab kebutuhan dasar rumah tangga, dan perbaikan rumah tidak layak huni menyentuh persoalan kelayakan tempat tinggal.

Bagi Zuhri, sejumlah pekerjaan tersebut sejalan dengan kebutuhan yang selama ini diperjuangkan pemerintah desa bersama masyarakat.

“Sebagai kepala desa, tentu saya sangat bangga. Apa yang selama ini kami cita-citakan bersama masyarakat, sekarang dikerjakan secara nyata. TNI hadir bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat dan kebersamaan warga,” katanya.

Bukan Hanya Membangun, tetapi Menguatkan Kebersamaan

Ada hal lain yang membuat pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim Pamekasan meninggalkan kesan mendalam bagi pemerintah desa. Kehadiran prajurit TNI tidak hanya terlihat melalui pekerjaan fisik, tetapi juga melalui interaksi mereka dengan masyarakat.

Prajurit dan warga bekerja berdampingan dalam kegiatan pembangunan. Kebersamaan itu memperlihatkan bagaimana gotong royong tetap menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan desa.

Zuhri menilai, keterlibatan langsung para prajurit menjadi pengalaman tersendiri bagi masyarakat Jarin. Mereka tidak hanya menyaksikan pembangunan berlangsung, tetapi juga merasakan kebersamaan dalam proses mewujudkannya.

“Yang membuat saya terharu, bapak-bapak TNI ini bekerja dengan hati. Mereka tidak membeda-bedakan masyarakat. Semuanya dirangkul, semuanya diajak bersama-sama membangun desa,” ujarnya.

Kedekatan tersebut menjadi bagian penting dari semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya kepedulian, partisipasi, dan rasa memiliki terhadap lingkungan desa.

Menjaga Hasil Pembangunan untuk Masa Depan

Di tengah apresiasinya, Zuhri juga berharap seluruh hasil program TMMD ke-130 Kodim Pamekasan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Manfaat yang terus dirasakan warga dalam jangka panjang menjadi bagian penting dari tujuan pembangunan itu sendiri.

Jalan yang telah diperbaiki perlu dirawat. Saluran drainase harus dijaga agar tetap berfungsi. Fasilitas yang dibangun pun perlu dimanfaatkan dengan baik sehingga hasil program tidak berhenti sebagai capaian sesaat.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan hasil pembangunan tetap terjaga setelah pelaksanaan TMMD berakhir.

Atas pengabdian para prajurit yang terlibat, Zuhri menyampaikan apresiasi mewakili masyarakat Desa Jarin.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Jarin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI. Kami sangat bangga dengan kehadiran bapak-bapak semua. Pesan saya cuma satu, sehat-sehat selalu, Pak TNI. Semoga segala pengabdian ini menjadi amal kebaikan,” tutur Zuhri.

Bagi masyarakat Desa Jarin, kehadiran TMMD ke-130 menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan pembangunan yang selama ini mereka harapkan.

Perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar merupakan hasil yang dapat dirasakan secara langsung. Namun, ada pula nilai yang tidak kalah penting, yakni tumbuhnya semangat kebersamaan antara prajurit dan masyarakat dalam membangun desa.

Harapan yang sebelumnya diperjuangkan bersama kini mulai menemukan jalannya. Tantangan berikutnya adalah memastikan pembangunan tersebut benar-benar membawa manfaat berkelanjutan bagi warga Desa Jarin.