HLN ke-81, PLN UP3 Madura Perkuat Budaya Pelayanan Prima Lewat PS4

0
158

PAMEKASAN | SIGAP88 — Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) UP3 Madura untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan. Tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, perusahaan juga berupaya membangun budaya kerja yang mengedepankan keramahan, kesantunan, dan profesionalisme.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Refreshment Implementasi Program PS4 yang digelar di Aula Trunojoyo, Kantor PLN UP3 Madura, Kamis (29/10/2026). Program yang mengusung tema “Satu Menit Arahan, PS4 Jadi Budaya” itu diarahkan untuk menanamkan standar pelayanan sebagai kebiasaan kerja, bukan sekadar formalitas.

PS4 merupakan singkatan dari Penampilan, Sikap, Senyum, Salam, dan Sapa. Lima unsur tersebut menjadi perhatian dalam membangun pengalaman pelayanan yang positif, terutama bagi petugas yang berhadapan langsung dengan pelanggan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pelayanan, mulai dari seluruh Team Leader (TL) Pelayanan Pelanggan ULP, Supervisor Manbil ULP, Koordinator Yanbung, Koordinator Yantek, hingga Tenaga Alih Daya (TAD), termasuk petugas keamanan dan biller.

Materi pembekalan disampaikan oleh Moh. Gusti Ravyanda dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Peserta mendapatkan penguatan mengenai service excellence, penampilan profesional, penanganan keluhan pelanggan, serta pentingnya keramahan dan empati dalam setiap interaksi pelayanan.

Manager PLN UP3 Madura, Radea Cakrawala Nusantara, menegaskan bahwa penerapan PS4 merupakan bagian mendasar dari upaya perusahaan meningkatkan standar pelayanan.

Menurut dia, perubahan kualitas layanan tidak cukup dilakukan melalui arahan sesaat. Diperlukan konsistensi agar perilaku positif tumbuh menjadi kebiasaan, kemudian mengakar sebagai budaya kerja seluruh insan PLN.

“Program PS4 ini adalah pondasi awal bagi kita untuk melakukan transformasi beyond services. Kami ingin PS4 tidak sekadar dijalankan sebagai kewajiban, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari, berlanjut menjadi budaya kerja, dan akhirnya membentuk identitas serta karakter baru insan PLN Madura yang unggul dan melayani sepenuh hati,” ujar Radea.

Ia menambahkan, peringatan HLN ke-81 menjadi pengingat bahwa tantangan pelayanan kelistrikan terus berkembang seiring meningkatnya harapan masyarakat. Karena itu, insan PLN dituntut semakin adaptif dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemimpin BNI Cabang Pamekasan, Jumari, turut hadir sekaligus memberikan apresiasi terhadap kolaborasi dan semangat belajar yang ditunjukkan jajaran PLN UP3 Madura.

Jumari menjelaskan, kehadiran tim BNI bukan untuk menggurui, melainkan berbagi pengalaman mengenai praktik pelayanan prima yang diterapkan di sektor perbankan.

“Kami dari tim BNI Pamekasan hadir di sini tentu bukan dengan maksud untuk menggurui, melainkan murni ingin berbagi pengalaman dan best practice terkait apa saja yang selama ini telah kami terapkan dalam menjaga standar Service Excellence di perbankan,” ungkap Jumari.

Pembekalan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga mengikuti simulasi atau roleplay untuk mempraktikkan standar pelayanan, disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test guna mengukur pemahaman terhadap materi yang diberikan.

Melalui rangkaian kegiatan itu, peserta diharapkan mampu menerapkan sikap santun, tanggap, dan profesional dalam setiap kesempatan melayani pelanggan.

Bagi PLN UP3 Madura, peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat. Keandalan listrik tetap menjadi kebutuhan utama, tetapi pengalaman pelanggan saat berinteraksi dengan petugas juga menentukan kualitas layanan yang dirasakan.

Momentum HLN ke-81 pun menjadi pengingat bahwa pelayanan prima tidak cukup berhenti pada slogan. Konsistensi dalam bersikap, kemampuan menangani keluhan, serta kesediaan mendengarkan kebutuhan pelanggan menjadi ukuran penting dalam membangun pelayanan yang semakin baik di Pulau Madura.