SUMENEP | SIGAP88 — Ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang diperparah fenomena El Niño masih membayangi sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Keterbatasan sumber air bersih memaksa sebagian masyarakat bergantung pada bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep telah mengintensifkan penyaluran air bersih sejak September 2026. Distribusi diprioritaskan bagi desa-desa yang masuk kategori kekeringan kritis maupun mengalami kelangkaan air.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin, mengatakan penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
“Aksi pendistribusian air bersih, untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air, hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dengan taglinenya Bismillah Melayani,” kata Kamiluddin, Selasa (28/10/2026).
Menurut Kamil, sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan kritis di antaranya Desa Montornah dan Prancak di Kecamatan Pasongsongan, Desa Kombang dan Poteran di Kecamatan Talango, Desa Batuputih Daya di Kecamatan Batuputih, serta Desa Basoka di Kecamatan Rubaru.
Sementara itu, wilayah Desa Gendang Barat di Pulau Sapudi tercatat mengalami kekeringan kategori langka.
Persoalan kekurangan air bersih tidak hanya terjadi di desa-desa tersebut. BPBD Sumenep juga mencatat wilayah terdampak kekeringan kategori langka tersebar di Kecamatan Pasongsongan, Ambunten, Saronggi, Rubaru, Batuputih, Batuan, Lenteng, Bluto, Pragaan, Batang-Batang, Giligenting, serta sejumlah kecamatan di wilayah kepulauan.
Sebaran tersebut menunjukkan bahwa penanganan kekeringan di Sumenep membutuhkan jangkauan distribusi yang luas, terutama untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari sumber air dan memiliki keterbatasan akses transportasi.
Distribusi Air Menjangkau Wilayah Kepulauan
Tantangan penyaluran air bersih semakin besar ketika bantuan harus menjangkau kawasan kepulauan. Kondisi geografis Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan pulau-pulau membuat distribusi bantuan membutuhkan sarana transportasi serta pola penyaluran yang disesuaikan dengan kondisi setempat.
Untuk mengatasi kendala tersebut, BPBD Sumenep mengerahkan armada perahu yang dilengkapi tandon dan jeriken berisi air bersih. Armada ini digunakan untuk mendukung distribusi ke sejumlah kawasan kepulauan, termasuk Sapudi, Raas, Kangean, dan Sapeken.
Langkah tersebut ditujukan agar masyarakat di wilayah dengan akses terbatas tetap memperoleh bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Meski demikian, keberlanjutan distribusi menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan. Kebutuhan air bersih tidak berhenti pada satu kali pengiriman, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Warga Diimbau Menghemat Air
Di tengah keterbatasan pasokan air, masyarakat juga diminta mengambil peran dalam menjaga ketersediaan sumber daya air selama musim kemarau.
Kamiluddin mengimbau warga menggunakan air secara bijak, mengutamakan kebutuhan pokok, serta menjaga lingkungan agar kelestarian sumber air tetap terpelihara.
Masyarakat juga diminta menghindari penebangan pohon secara liar yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan berdampak terhadap keberlangsungan sumber air.
Menurut Kamiluddin, penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi tersebut diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dengan distribusi air bersih yang terus diupayakan, BPBD Sumenep berharap beban warga terdampak dapat berkurang dan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi di tengah terbatasnya ketersediaan air.
Namun, luasnya wilayah terdampak juga menjadi pengingat bahwa penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi bantuan. Ketersediaan sumber air dan kesiapan menghadapi musim kemarau tetap menjadi persoalan penting yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.














