back to top
Beranda NEWS Pendidikan & Kesehatan

438.126 Murid di Jatim Ikuti TKA, Khofifah Ingatkan Orang Tua Tak Bebani Anak

0
126
Pelaksanaan TKA 2026 bagi murid SMA, SMK, SLB dan sederajat di Jawa Timur dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Pelaksanaan TKA 2026 bagi murid SMA, SMK, SLB dan sederajat di Jawa Timur dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

SURABAYA | SIGAP88 — Sebanyak 438.126 murid SMA, SMK, SLB dan sederajat di Jawa Timur telah terdaftar dalam sistem Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Menjelang pelaksanaan yang dimulai Senin (26/10), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan peserta sekaligus meminta orang tua tidak membebani anak dengan tuntutan nilai berlebihan.

Pesan itu menjadi penting di tengah besarnya jumlah peserta yang akan mengikuti asesmen secara bertahap hingga 8 November 2026. Khofifah meminta para murid menghadapi tes dengan percaya diri, menjunjung tinggi kejujuran, serta tidak melupakan doa dan restu kedua orang tua.

Menurut dia, hasil asesmen bukan satu-satunya penentu masa depan. Setiap anak memiliki kemampuan dan potensi berbeda yang harus terus dikembangkan melalui proses belajar.

“Untuk anak-anakku tercinta, para pelajar Jawa Timur, selamat mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Hadapilah dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru. Awali dengan berdoa, jangan lupa memohon doa dan restu kedua orang tua. Insya Allah, ikhtiar yang sungguh-sungguh akan membawa hasil terbaik,” pesan Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga meminta orang tua memberikan dukungan emosional kepada anak, bukan justru menambah tekanan menjelang ujian.

Khofifah menilai kesiapan menghadapi TKA tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran. Kondisi fisik, ketenangan pikiran, dan suasana keluarga turut berpengaruh terhadap kemampuan murid berkonsentrasi saat mengerjakan soal.

“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik. Ibu percaya anak-anak Jawa Timur mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Karena itu, Khofifah mengajak para orang tua mendampingi anak dengan kasih sayang dan kalimat yang menguatkan. Tuntutan untuk memperoleh nilai tinggi, menurut dia, jangan sampai mengikis kepercayaan diri murid.

“Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan. Yakinkan bahwa kita bangga atas perjuangan dan kesungguhan mereka dalam belajar,” tuturnya.

Selain dukungan keluarga, peran guru dan sekolah juga dinilai penting untuk memastikan peserta siap secara mental maupun teknis. Murid diminta menjaga kesehatan, beristirahat cukup, sarapan sebelum berangkat, menyiapkan kebutuhan tes, serta hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

94,54 Persen Calon Peserta Sudah Terdaftar

Di balik pesan motivasi tersebut, kesiapan penyelenggaraan TKA juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jatim yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan batas pemutakhiran 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid atau sekitar 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar dalam sistem.

Dari 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 sekolah telah berstatus terdaftar final.

Berdasarkan moda pelaksanaannya, 3.518 satuan pendidikan menggunakan sistem daring penuh (full online), sedangkan 1.028 lainnya menggunakan sistem semi daring (semi online).

Perbedaan moda tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan jaringan internet di masing-masing wilayah. Penyesuaian diperlukan agar pelaksanaan asesmen dapat berjalan sesuai kesiapan infrastruktur sekolah.

Khofifah meminta Dinas Pendidikan Jatim, seluruh cabang dinas, dan kepala sekolah memastikan kesiapan administrasi maupun sarana pendukung sebelum pelaksanaan berlangsung.

“Saya minta Dinas Pendidikan bersama seluruh cabang dinas dan kepala sekolah mengecek kembali kesiapan pelaksanaan TKA. Pastikan komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, serta proktor dan teknisi benar-benar siap. Siapkan langkah antisipasi dan jalur pelaporan yang jelas agar setiap kendala dapat segera ditangani,” tegasnya.

Listrik dan Internet Jadi Perhatian

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, persiapan TKA terus dimatangkan, mulai dari pendataan peserta hingga kesiapan sarana dan petugas penyelenggara.

Menurut Aries, sekolah harus memastikan murid dapat berkonsentrasi mengerjakan soal tanpa terganggu persoalan teknis yang sebenarnya dapat diantisipasi.

“Sesuai arahan Ibu Gubernur Khofifah, kami ingin memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh murid. Sekolah harus memastikan anak-anak bisa berkonsentrasi mengerjakan soal tanpa dibebani kekhawatiran terhadap kendala teknis,” ujar Aries.

Antisipasi gangguan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan. Sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiagakan perangkat uninterruptible power supply (UPS) untuk server maupun komputer proktor. Penyediaan generator set atau genset juga dianjurkan apabila memungkinkan.

Petugas proktor dan teknisi harus memahami prosedur penanganan gangguan serta memastikan jalur komunikasi dengan helpdesk cabang dinas maupun provinsi dapat diakses ketika dibutuhkan.

Dinas Pendidikan Jatim juga telah berkoordinasi melalui surat kepada PLN dan Telkom wilayah Jawa Timur. Koordinasi tersebut ditujukan untuk meminta penundaan pemeliharaan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan listrik maupun konektivitas internet selama jam pelaksanaan TKA.

Jika terjadi gangguan di lapangan, petugas diminta segera mencatat dan melaporkannya melalui helpdesk agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur.

“Apabila terjadi gangguan listrik atau internet, murid tidak perlu panik. Petugas sekolah telah disiapkan untuk melakukan penanganan. Kami juga memastikan setiap kendala ditindaklanjuti sesuai prosedur agar hak murid untuk mengikuti TKA tetap terlindungi,” tegas Aries.

Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Lebih jauh, Dinas Pendidikan Jatim memandang hasil TKA sebagai salah satu sumber informasi untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran. Data capaian akademik dapat digunakan untuk memetakan kebutuhan belajar murid, menyusun pelatihan guru yang lebih tepat sasaran, serta memperkuat kompetensi di masing-masing satuan pendidikan.

Evaluasi tersebut juga diharapkan membantu upaya pemerataan mutu pendidikan, termasuk bagi sekolah di wilayah pelosok yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Meski demikian, hasil TKA tetap perlu ditempatkan sesuai fungsinya sebagai gambaran capaian akademik, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang anak.

“TKA bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai tinggi. Bagi kami, hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran agar semakin banyak anak Jawa Timur memiliki kompetensi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” pungkas Aries.

Khofifah berharap seluruh rangkaian asesmen berjalan lancar, tertib, dan memberikan pengalaman positif bagi peserta. Ia meminta murid tetap bersemangat, sementara orang tua dan guru menjadi sumber dukungan yang membuat mereka lebih percaya diri menghadapi ujian.

“Selamat berjuang, anak-anakku yang hebat. Kerjakan dengan tenang, jujur, dan penuh keyakinan. Jangan lupa berdoa dan memohon restu orang tua. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik bagi ikhtiar kalian. Teruslah belajar, teruslah bermimpi, dan jangan pernah berhenti memperjuangkan masa depan. Jawa Timur bangga kepada kalian,” harap Khofifah.

error: Konten dilindungi!!