Ringkasan Berita

  • Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim mendorong lulusan STAI Nurud Dhalam Tahun Akademik 2026/2027 untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
  • Ia menegaskan bahwa gelar sarjana harus menjadi awal pengabdian, sekaligus bekal untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial dan mendukung pembangunan daerah.

SUMENEP | SIGAP88 — Gelar sarjana tidak boleh berhenti sebagai pencapaian akademik. Tantangan sesungguhnya dimulai ketika ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim saat menghadiri wisuda Sarjana III STAI Nurud Dhalam Tahun Akademik 2026/2027 di Sumenep.

Menurut Imam, para lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi karya nyata. Mereka diharapkan tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui keahlian masing-masing.

Pendidikan tinggi, kata dia, harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, berintegritas, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

“Gelar sarjana bukanlah akhir perjalanan. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Imam mengingatkan, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan hasil dari perjalanan panjang. Dukungan keluarga dan bimbingan dosen menjadi bagian penting yang mengantarkan mahasiswa hingga meraih gelar akademik.

Karena itu, pencapaian tersebut perlu diikuti dengan tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater serta menunjukkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga mendorong para wisudawan agar mampu membaca perubahan zaman dan meningkatkan kompetensi. Bekal pendidikan yang dimiliki diharapkan menjadi modal untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan sosial, bukan sekadar menjadi kebanggaan pribadi.

Menurut Imam, upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dibebankan kepada perguruan tinggi atau pemerintah semata. Diperlukan kerja sama antara lembaga pendidikan, keluarga, pemerintah, dan masyarakat agar pendidikan menghasilkan manfaat yang lebih luas.

“Amalkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Jadilah bagian dari solusi atas persoalan masyarakat dan terus tingkatkan kemampuan menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengabdian tidak harus dimulai melalui langkah besar. Para sarjana dapat berkontribusi dari lingkungan terdekat, baik melalui gagasan, keterampilan, maupun kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Imam berharap, para lulusan STAI Nurud Dhalam mampu memadukan ilmu pengetahuan dengan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, keberhasilan akademik tidak hanya menjadi pencapaian individual, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan pembangunan Kabupaten Sumenep.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses