PAMEKASAN | SIGAP88 — Sejak Juli lalu, air bersih menjadi kebutuhan yang semakin sulit dipenuhi warga Dusun Kotalon, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kemarau berkepanjangan membuat persediaan air menipis, sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan.

Di tengah situasi itu, sebuah tandon sederhana berdinding anyaman bambu berlapis plastik menjadi tumpuan bersama. Tandon milik Abdurrahman, yang akrab disapa Laili, bukan hanya menampung air untuk keluarganya, tetapi juga menjadi tempat berbagi bagi tetangga yang mengalami kesulitan serupa.

Rabu (21/10/2026), harapan itu kembali mengalir ketika mobil pemadam kebakaran yang membawa 5.000 liter air bersih tiba di lokasi. Bantuan dari TNI Angkatan Darat tersebut disalurkan secara gratis melalui program nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan.

Teriakan warga menyambut kedatangan air itu. “Air datang! Pak Tentara, terima kasih!” seru mereka, diiringi tepuk tangan.

Bagi warga yang berbulan-bulan menghadapi kesulitan air, kedatangan bantuan tersebut bukan sekadar peristiwa sesaat. Air bersih dibutuhkan untuk menopang berbagai keperluan sehari-hari yang tak mungkin ditunda.

Enam Tahun Menjaga Tempat Berbagi

Tandon milik Laili berukuran panjang empat meter, lebar dua meter, dan tinggi satu meter. Kapasitasnya diperkirakan sekitar 5.300 liter. Enam tahun lalu, ia membangun tempat penampungan itu dengan bahan sederhana, tanpa membayangkan bahwa kelak fasilitas tersebut menjadi salah satu tumpuan warga ketika kemarau melanda.

“Tandon ini sudah enam tahun. Sejak Juli lalu, kami warga di sini sangat kekurangan air bersih,” kata Laili.

Di tengah keterbatasan, Laili memilih membuka akses tandon itu bagi warga sekitar. Baginya, air bukan sesuatu yang pantas diperlakukan sebagai milik pribadi ketika orang-orang di sekelilingnya menghadapi kebutuhan yang sama.

“Air kan sumber kehidupan. Kita semua sama-sama butuh air. Kalau tandon itu bisa buat bersama-sama, kenapa harus pelit,” ujarnya.

Sikap tersebut memperlihatkan bagaimana solidaritas tumbuh dari ruang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Tanpa fasilitas besar atau sarana yang serba memadai, sebuah penampungan sederhana dapat menjadi tempat saling menopang ketika sumber daya semakin terbatas.

Namun, ketergantungan warga pada bantuan air juga memperlihatkan persoalan yang belum selesai. Ketika kemarau berlangsung panjang, ketersediaan air bersih tetap menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Bantuan Bergilir Sejak Dua Bulan Terakhir

Kodim Pamekasan Air BersihBabinsa Desa Jarin, Serda Syarif, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan warga sejak musim kemarau dan mencapai kondisi terberat pada pertengahan Agustus lalu. Hingga akhir Oktober, sebagian masyarakat masih kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Warga banyak membutuhkan air bersih. Alhamdulillah, kami dari TNI AD dalam dua bulan terakhir secara rutin memberikan bantuan air bersih secara bergilir ke dusun-dusun yang membutuhkan,” kata Serda Syarif.

Menurut dia, pendistribusian dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekurangan air. Penyaluran secara bergilir menjadi salah satu upaya menjangkau dusun-dusun yang membutuhkan pasokan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat di wilayah pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan. Meski demikian, kebutuhan air warga tidak berhenti ketika satu tangki bantuan telah dikosongkan.

Di Dusun Kotalon, 5.000 liter air bersih memberi ruang bernapas bagi warga yang tengah menghadapi kemarau. Persediaan itu tentu tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kekurangan air yang berlangsung sejak Juli.

Di balik bantuan tersebut, ada pelajaran yang tumbuh dari tindakan sederhana Laili: ketika kebutuhan dasar sulit dipenuhi, kepedulian kepada sesama menjadi penting agar beban tidak ditanggung sendiri-sendiri.

Bagi warga Kotalon, air yang mengalir ke dalam tandon hari itu bukan hanya tambahan persediaan. Air tersebut menjadi penanda bahwa di tengah kemarau, mereka masih memiliki sandaran—dari bantuan yang datang dan dari solidaritas yang tumbuh di antara sesama warga.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses