SUMENEP | SIGAP88 — Pergantian kepala sekolah bukan sekadar perpindahan jabatan. Tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan pemimpin baru menjaga program yang telah berjalan, membangun kerja sama, dan menghadirkan peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Pesan itu mengemuka dalam rangkaian serah terima jabatan (sertijab) kepala sekolah di wilayah Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, yang berlangsung sejak Rabu (14/10/2026) hingga Kamis (22/10/2026).
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Ambunten menuntaskan seluruh agenda sertijab yang dijadwalkan setelah pelantikan kepala sekolah di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep pada Minggu (11/10/2026).
Rangkaian kegiatan diawali di SDN Keles dan berakhir di SDN Ambunten Tengah IV. Penuntasan agenda tersebut menjadi bagian dari proses transisi kepemimpinan di sejumlah satuan pendidikan di wilayah setempat.
Ketua KKKS Kecamatan Ambunten, Hamidi, mengatakan pemilihan SDN Ambunten Tengah IV sebagai lokasi penutup memiliki makna tersendiri baginya karena sekolah tersebut merupakan tempatnya bertugas.
“Penentuan SDN Ambunten Tengah IV sebagai lokasi penutup memiliki makna tersendiri karena sekolah tersebut merupakan tempat tugas saya selaku Ketua KKKS Kecamatan Ambunten,” kata Hamidi dalam sambutannya.
Menurut dia, sertijab tidak semestinya berhenti pada pemenuhan administrasi pergantian pejabat. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan komitmen dalam memajukan pendidikan.
“Jadi kegiatan ini tidak hanya kegiatan administratif saja, melainkan cara untuk semakin mempererat semangat dalam memajukan mutu pendidikan, khususnya di Kecamatan Ambunten ini,” terangnya.
Program Berjalan Harus Tetap Berlanjut
Peralihan kepemimpinan sekolah membawa tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan program pendidikan. Kepala sekolah yang baru diharapkan tidak hanya meneruskan praktik baik yang telah berjalan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah.
Hamidi menekankan pentingnya kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kerja sama seluruh unsur tersebut dinilai penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik.
“Oleh karena itu, kepemimpinan yang baru juga diharapkan untuk mampu memperkuat kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian sertijab yang berdekatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi pengingat mengenai nilai-nilai pengabdian dalam menjalankan amanah.
“Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian dalam menjalankan amanah, termasuk dalam memimpin lembaga pendidikan,” jelasnya.
Ia berharap para kepala sekolah yang menerima amanah baru dapat menjalankan tugas secara bertanggung jawab, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi peserta didik.
“Saya berharap kepada seluruh kepala sekolah yang menerima amanah baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi peserta didik,” harapnya.
Koordinasi Jadi Penopang Transisi
Dengan berakhirnya kegiatan di SDN Ambunten Tengah IV, seluruh agenda sertijab kepala sekolah yang telah dijadwalkan KKKS Kecamatan Ambunten dinyatakan tuntas.
Pelaksanaan kegiatan turut didampingi pengawas sekolah sesuai wilayah binaan masing-masing. Pengawas Ahmad Sakir mendampingi kegiatan di Gugus 1, sedangkan Gugus 2 didampingi Anton Baidawi.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pergantian kepemimpinan berlangsung tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku. Koordinasi antara KKKS, pengawas sekolah, dan satuan pendidikan juga menjadi unsur penting dalam menjaga kelancaran proses tersebut.
Bagi Hamidi, pergantian kepala sekolah semestinya menjadi titik awal untuk memperkuat pengabdian, bukan sekadar perubahan pejabat di lingkungan sekolah.
“Pergantian jabatan bukan sekadar pergantian nama dan tanggung jawab, melainkan awal dari semangat baru untuk melanjutkan pengabdian, memperkuat kolaborasi, dan mewujudkan pendidikan yang lebih baik.”
Pada akhirnya, keberhasilan transisi kepemimpinan tidak hanya diukur dari selesainya prosesi sertijab. Ukuran yang lebih penting adalah keberlanjutan program, soliditas warga sekolah, dan perubahan nyata yang dirasakan peserta didik.
















