JOMBANG | SIGAP88 — Pengawasan terhadap anggota Polri tidak cukup berhenti pada pemeriksaan administrasi. Di tengah tuntutan publik terhadap profesionalisme dan integritas aparat, disiplin personel menjadi salah satu fondasi penting yang terus diuji.

Atas dasar itu, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur melalui Subbidprovos melakukan mitigasi terhadap personel Polres Jombang, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan dini untuk mendeteksi potensi pelanggaran disiplin, kode etik profesi, hingga tindak pidana yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Pemeriksaan dipimpin Kanit Hartib III Subbidprovos Bidpropam Polda Jatim AKP M. Marwan Susanto, didampingi Kasipropam Polres Jombang Iptu M. Teguh bersama anggota.

Tidak Hanya Periksa Administrasi, Ponsel hingga Urine Personel Turut Dicek

Mitigasi dilakukan melalui pemeriksaan terhadap personel dan sejumlah fasilitas pendukung pelayanan kepolisian.

Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi seperti Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Izin Mengemudi (SIM), serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Tim juga mengecek sikap tampang personel, telepon seluler terkait indikasi judi online, senjata api, hingga melakukan tes urine.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengawasan internal tidak hanya menyasar pelanggaran yang telah terjadi, tetapi juga berupaya membaca potensi risiko sejak awal.

Sebab, persoalan seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, pelanggaran penggunaan senjata api, hingga gaya hidup yang tidak sejalan dengan kemampuan finansial dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan disiplin dan etik.

Selain memeriksa personel, tim Bidpropam Polda Jatim juga mengecek sejumlah fasilitas penting di lingkungan Polres Jombang.

Di antaranya ruang tahanan, gudang senjata, ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), serta layanan Call Center 110. Menurut AKP Marwan, kegiatan tersebut bukan sekadar pemeriksaan rutin.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh anggota Polri, khususnya di jajaran Polres Jombang, tetap memegang teguh nilai-nilai disiplin, etika, dan profesionalisme. Mitigasi lebih baik daripada penindakan,” ujarnya.

Ketika Gaya Hidup Anggota Menjadi Sorotan Publik

Dalam arahannya, AKP Marwan mengingatkan personel agar menjauhi narkoba dan gaya hidup hedonis.

Peringatan tersebut menjadi penting karena perilaku anggota Polri di ruang publik tidak pernah sepenuhnya menjadi persoalan pribadi. Setiap tindakan, penampilan, hingga gaya hidup personel dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap institusi yang diwakilinya.

Karena itu, anggota Polri diminta tidak menampilkan gaya hidup berlebihan yang berpotensi menimbulkan pertanyaan publik.

“Hindari Narkoba dan sikap hedon, jangan tampil berlebihan di tengah masyarakat. Jadilah contoh yang baik, karena setiap tindakan dan gaya hidup anggota Polri akan menjadi sorotan publik,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa profesionalisme aparat tidak hanya diukur ketika mengenakan seragam dan menjalankan tugas kedinasan.

Integritas juga tercermin dari bagaimana seorang anggota menjaga perilaku, mengendalikan gaya hidup, serta menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang harus dilayani.

Bagi institusi kepolisian, pencegahan menjadi langkah strategis sebelum sebuah pelanggaran berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Melalui kegiatan mitigasi tersebut, Bidpropam Polda Jatim mendorong personel Polres Jombang untuk terus memperkuat disiplin, menjaga integritas, serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Sebab, kepercayaan publik terhadap Polri tidak hanya dibangun melalui keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga melalui perilaku setiap anggota dalam kehidupan sehari-hari.

Dan di situlah pengawasan internal memiliki peran penting: mencegah sebelum terjadi, mengingatkan sebelum terlambat, serta memastikan setiap anggota tetap berada dalam koridor disiplin dan etika profesi