SUMENEP | SIGAP88 – Suasana tenang di Dusun Gunung, Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, mendadak berubah menjadi kepanikan, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kobaran api yang diduga berasal dari pembakaran sampah dan kotoran sapi dengan cepat membesar, lalu menghanguskan tiga rumah beserta kandang sapi milik warga.
Dalam hitungan menit, api menjalar ke bangunan yang sebagian besar masih menggunakan material bambu pada bagian dapur dan kandang, sehingga menyulitkan warga untuk melakukan pemadaman secara mandiri. Asap pekat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar yang bergegas memberikan pertolongan sambil berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.
Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Arief Wardoyo, mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu api dari pembakaran sampah yang merambat ke kandang sapi, kemudian menjalar ke bangunan rumah di sekitarnya.
“Api diduga berasal dari pembakaran sampah dan kotoran sapi. Selanjutnya api merambat ke kandang sapi dan dapur rumah warga yang sebagian besar berbahan bambu sehingga kobaran cepat membesar,” ujar Iptu Arief Wardoyo.
Kebakaran tersebut mengakibatkan rumah dan kandang sapi milik H. Abd. Halim, H. Addus Salam, dan Ismail mengalami kerusakan berat. Meski kobaran api meludeskan sebagian besar bangunan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.
Laporan warga yang masuk segera direspons aparat. Personel Polsek Guluk-Guluk bergerak menuju lokasi bersama anggota Koramil Guluk-Guluk, aparat Desa Payudan Dundang, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumenep, serta tim pemadam dari TNI AD. Setibanya di lokasi, petugas bersama warga langsung berjibaku memadamkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar titik kebakaran.
Proses pemadaman berlangsung cukup menegangkan. Kencangnya kobaran api yang didukung material bangunan mudah terbakar membuat petugas harus bekerja ekstra agar si jago merah tidak meluas. Berkat koordinasi seluruh unsur dan gotong royong warga, api akhirnya berhasil dijinakkan hingga situasi dapat dikendalikan.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai menjalar ke bangunan lainnya. Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan kondusif,” kata Iptu Arief Wardoyo.
Hingga proses pendinginan selesai dilakukan, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih didalami, meski dugaan awal mengarah pada api dari pembakaran sampah dan kotoran sapi yang merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Arief Wardoyo, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah maupun limbah di sekitar permukiman, terlebih pada musim kemarau ketika material mudah terbakar.
“Masyarakat kami imbau tidak membakar sampah sembarangan di dekat rumah atau kandang ternak. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan agar tidak memicu kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan maupun menimbulkan kerugian materi,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada kerugian besar. Kewaspadaan terhadap sumber api, terutama di lingkungan permukiman dengan bangunan yang masih didominasi material mudah terbakar, menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.














