PAMEKASAN | SIGAP88 — Suara palu dan aktivitas pembangunan mulai mengubah wajah rumah sederhana milik Yanto di Dusun Tobalang III, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.

Rumah yang sebelumnya masuk kategori tidak layak huni itu kini perlahan berdiri lebih kokoh melalui program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Di tengah proses pembangunan tersebut, Babinsa Koramil 0826-10 Waru, Sertu Nurudin, terlihat aktif mendampingi jalannya pekerjaan. Kehadirannya bukan sekadar melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan semangat kepada keluarga penerima manfaat.

Pendampingan yang dilakukan aparat kewilayahan itu menjadi bagian dari wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung program peningkatan kualitas hunian masyarakat. Kehadiran Babinsa di lapangan turut membantu kelancaran pelaksanaan program sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan dan segera dimanfaatkan oleh penerima manfaat.

Baca Juga  Polsek Megaluh Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung di Desa Balongsari

Bagi keluarga seperti Yanto, rumah bukan hanya tempat berteduh dari panas dan hujan. Kondisi hunian yang layak juga berkaitan erat dengan kesehatan, keamanan, serta kualitas hidup keluarga sehari-hari. Karena itu, program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Di sela-sela kegiatan pendampingan, Sertu Nurudin menegaskan bahwa setiap warga berhak memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

“Program rumah tidak layak huni ini sangat membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih sehat dan aman. Kami hadir di sini untuk mendampingi sekaligus memastikan pembangunan berjalan baik dan dapat segera dimanfaatkan,” ujarnya, Sabtu (13/6)

Baca Juga  Menyoal Sengketa Yayasan SMK Kesehatan Nusantara, DPRD Pamekasan Panggil Pihak Terkait

Menurutnya, keberhasilan program perbaikan rumah tidak layak huni tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran serta memberikan manfaat jangka panjang.

Sementara itu, Yanto mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diterimanya. Selama ini, keterbatasan ekonomi membuat dirinya kesulitan melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

“Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuannya. Semoga dengan selesainya rumah ini, keluarga saya bisa hidup lebih nyaman dan tenang,” katanya.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus mendorong pelaksanaan program perbaikan rumah tidak layak huni sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan unsur TNI di lapangan turut memperkuat koordinasi antarpihak sekaligus membantu memastikan bantuan diterima oleh warga yang membutuhkan.

Baca Juga  Polemik Perumahan AB Jaya Mulai Ada Titik Terang

Bagi Yanto dan keluarganya, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar pergantian dinding atau atap yang lapuk. Lebih dari itu, rumah yang sedang dibangun itu menghadirkan harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE