Upacara Hari Jadi Sumenep ke-757 Gunakan Bahasa Madura, Bupati Achmad Fauzi Tekankan Pemerataan Pembangunan

0
268

SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten Sumenep memperingati Hari Jadi Sumenep ke-757 dengan mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Hal itu terlihat dalam upacara peringatan yang digelar di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (31/10/2026), dengan menggunakan bahasa Madura.

Upacara tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Penggunaan bahasa Madura menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya daerah tetap memiliki tempat penting di tengah agenda pembangunan dan kemajuan zaman.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan komitmen membangun daerah.

“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep kepada seluruh masyarakat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan,” katanya.

Fauzi berharap, pertambahan usia Kabupaten Sumenep diikuti kemajuan pembangunan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan.

“Semoga Sumenep semakin berkembang, semakin maju, dan semakin sejahtera. Kita juga berharap daerah yang kita cintai ini senantiasa berada dalam suasana aman, damai, dan tenteram,” ujarnya.

Pemerataan Pembangunan Menjadi Tantangan Daerah

Dalam momentum peringatan tersebut, Bupati juga menyinggung Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan tema Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan.

Menurutnya, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui pembangunan yang tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa hingga wilayah kepulauan.

Bagi Kabupaten Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan, pemerataan pembangunan menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semangat kebersamaan harus terus kita perkuat. Kita ingin seluruh masyarakat, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan, dapat merasakan manfaat pembangunan,” tuturnya.

Fauzi juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan sebagaimana terkandung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Ia menilai keberagaman budaya yang dimiliki Sumenep merupakan kekuatan daerah yang harus dijaga. Pelestarian tradisi dan kebudayaan lokal, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas pembangunan.

“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya luhur, dan bersama-sama membangun Sumenep agar semakin maju dan berkembang,” tegasnya.

Pemkab Sumenep Klaim Raih 16 Penghargaan

Di bidang pembangunan daerah, Fauzi menyampaikan bahwa program Pemerintah Kabupaten Sumenep dilaksanakan dengan mengacu pada visi dan misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Ia menyebutkan, hingga saat ini Pemkab Sumenep telah meraih 16 penghargaan di tingkat regional maupun nasional.

Salah satu capaian yang disorot ialah penghargaan dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia atas terpilihnya salah satu event unggulan Sumenep dalam 125 event program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Menurut Fauzi, capaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan potensi pariwisata dan kebudayaan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi daerah.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Kabupaten Sumenep menerima Wilwatikta Awards 2026 dalam enam kategori, yakni kedaulatan pangan, pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial, pengembangan pariwisata, pengentasan kemiskinan, lompatan pertumbuhan ekonomi, serta kesetaraan gender.

Di bidang tata kelola keuangan, Pemkab Sumenep juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) selama sembilan tahun berturut-turut.

Meski demikian, berbagai penghargaan tersebut menjadi bagian dari capaian pemerintahan yang perlu terus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Fauzi menegaskan, prestasi yang diraih bukan hasil kerja pemerintah daerah semata, melainkan buah dari dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.

“Seluruh prestasi yang telah diraih merupakan hasil kerja keras bersama. Ini tidak lepas dari dukungan DPRD, Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini ikut berkontribusi dalam pembangunan Sumenep,” jelasnya.

Ajak Seluruh Elemen Perkuat Sinergi

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, instansi vertikal, civitas akademika, pelaku usaha, insan media, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, serta seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih baik.

Bagi Sumenep, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi arah pembangunan dan memperkuat komitmen menghadapi tantangan ke depan.

“Dirgahayu Kabupaten Sumenep ke-757. Mari terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat komitmen Bismillah Melayani demi Sumenep yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.