SURABAYA | SIGAP88 — Di balik duka yang masih menyelimuti tragedi kebakaran dan tenggelamnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, secercah kepastian akhirnya mulai hadir bagi sebagian keluarga korban. Setelah melalui serangkaian proses identifikasi yang berlangsung secara ilmiah dan ketat, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam operasi kemanusiaan berskala besar yang hingga kini masih terus berjalan. Di tengah pencarian korban oleh tim gabungan di laut, para personel DVI bekerja tanpa henti di ruang forensik untuk memastikan setiap jenazah dapat kembali kepada keluarga dengan identitas yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengatakan sejak detik pertama insiden terjadi, Polda Jatim langsung mengaktifkan mekanisme penanganan terpadu bersama berbagai instansi, mulai dari proses evakuasi, pelayanan keluarga korban hingga identifikasi forensik.
Empat posko darurat pun segera dibentuk sebagai pusat koordinasi operasi, masing-masing di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Posko DVI RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.
“Sejak awal kejadian, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan rumah sakit, telah membuka empat posko darurat dan Posko DVI. Hingga hari ini, lima kantong jenazah telah diterima dan seluruhnya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur,” ujar Jules saat berada di Posko DVI RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Senin (3/8/2026).
Mengungkap Identitas Melalui Ilmu Forensik
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses identifikasi yang tidak sederhana. Setiap jenazah harus melewati tahapan pemeriksaan sesuai protokol internasional Disaster Victim Identification (DVI).
Kabid Dokkes Polda Jawa Timur sekaligus Komandan Operasi DVI, Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan menggunakan data primer berupa sidik jari, kemudian diperkuat melalui pemeriksaan gigi, data medis, identifikasi visual, hingga barang-barang milik korban.
Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas institusi, mulai dari BPBD, Ditpolairud Polda Jatim, Tim Identifikasi Ditreskrimum, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Sie Dokkes Polres Sumenep, jajaran Dokkes Polres se-Madura, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, hingga dokter forensik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
“Tim DVI menerima lima kantong jenazah yang selanjutnya dilakukan proses identifikasi menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder berupa pemeriksaan gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan korban. Alhamdulillah, seluruh lima jenazah berhasil terverifikasi sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Wahono.
Lima Korban Telah Dipastikan Identitasnya
Lima korban yang berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Jatim adalah:
- Sri Indratmo Wijaya (47), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
- Siti Fatimah (57), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
- Sari Sukoco (39), warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
- Rino Eka Putra (48), warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
- Yedi Hendrawan (63), warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dengan rampungnya identifikasi tersebut, seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai keyakinan masing-masing.
Operasi Kemanusiaan Belum Berakhir
Meski lima jenazah telah berhasil dikenali, Operasi DVI belum dinyatakan selesai. Seiring pencarian korban yang masih dilakukan tim SAR gabungan di perairan Sumenep, Posko DVI tetap disiagakan untuk menerima kemungkinan penambahan korban yang ditemukan.
Polda Jatim juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan diduga menjadi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 agar segera menyerahkan data antemortem ke Posko DVI. Langkah tersebut akan mempercepat proses pencocokan identitas apabila ditemukan korban berikutnya.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polda Jatim membuka Pusat Informasi Operasi DVI KMP Mutiara Sentosa 2 melalui nomor 0851-9044-7911.
Di akhir keterangannya, Wahono memastikan seluruh proses identifikasi akan terus dilakukan secara profesional, ilmiah, transparan, dan humanis hingga seluruh rangkaian Operasi DVI resmi dinyatakan berakhir.
Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2 bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi ujian bagi kerja kemanusiaan lintas instansi. Di balik setiap identitas yang berhasil dipastikan, tersimpan harapan agar tidak ada lagi keluarga yang harus menunggu dalam ketidakpastian.















