JOMBANG | SIGAP88 — Kualitas bangunan gedung tidak hanya ditentukan dari kokohnya struktur, tetapi juga dari ketepatan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) sejak tahap perencanaan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang dengan menggelar bimbingan teknis bagi 60 tenaga ahli konsultan jasa konstruksi di Kabupaten Jombang.
Bimtek bertajuk Mewujudkan MEP Gedung yang Andal dan Aman Sesuai Kaidah PBG dan SLF itu berlangsung selama dua hari, 4–5 Agustus 2026, di Ruang Bung Tomo, Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan konsultan dalam menyusun perencanaan MEP yang memenuhi ketentuan teknis sekaligus mendukung kelancaran pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Bambang Suntowo mengatakan, peningkatan kompetensi tenaga ahli menjadi kebutuhan seiring meningkatnya permohonan PBG dan SLF.
Menurut dia, PBG dan SLF tidak semata berkaitan dengan administrasi, tetapi menyangkut kepastian bahwa bangunan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi penggunanya.
“Setiap tahun jumlah permohonan PBG dan SLF terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menuntut tersedianya tenaga ahli yang memiliki kompetensi memadai, baik pada bidang arsitektur, struktur maupun MEP,” ujarnya.
Bambang juga menyoroti masih perlunya peningkatan pemahaman sebagian konsultan terhadap perencanaan sistem MEP. Karena itu, bimtek tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman terhadap regulasi dan standar teknis yang berlaku.
Kepala Dinas PUPR Jombang melalui Sekretaris Dinas PUPR Agung Setiaji mengatakan, peningkatan kompetensi konsultan merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan terhadap sektor jasa konstruksi di daerah.
“Kompetensi yang baik akan menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas, mempermudah proses pelayanan PBG dan SLF, serta mendukung terwujudnya bangunan gedung yang andal, aman, dan layak fungsi,” katanya.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai regulasi bangunan gedung, konsep MEP, sistem mekanikal, elektrikal dan elektronika, penyusunan gambar kerja, RKS dan RAB, hingga integrasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Materi diberikan oleh unsur pemerintah, praktisi, akademisi, dan dunia industri. Peserta juga mengikuti studi kasus serta uji kompetensi untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang diberikan.
Dinas PUPR Jombang menilai penguatan kapasitas tersebut penting karena perkembangan pembangunan gedung semakin kompleks. Sistem MEP kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan bangunan yang aman, efisien, dan memenuhi standar laik fungsi.
Kolaborasi dengan Paguyuban Elektro Jawa Timur dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan antara pemerintah, tenaga profesional, organisasi profesi, dan dunia industri.
Dengan kompetensi konsultan yang semakin baik, Dinas PUPR Jombang berharap proses penyusunan dokumen teknis hingga pelayanan PBG dan SLF dapat berlangsung lebih tertib dan berkualitas.
Pada akhirnya, kualitas pelayanan perizinan bangunan tidak berhenti pada cepatnya dokumen diterbitkan. Yang lebih penting, setiap bangunan yang berdiri memiliki dasar perencanaan yang benar dan mampu memberikan jaminan keselamatan serta kenyamanan bagi masyarakat.
















