SURABAYA | SIGAP88 – Cuaca di kawasan Surabaya Raya diperkirakan didominasi langit cerah hingga cerah berawan sepanjang Kamis (9/7/2026). Kondisi tersebut menjadi penanda kuat bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur tengah memasuki puncak musim kemarau dengan minim potensi hujan.

Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik relatif stabil. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara lokal pada waktu tertentu.

Di Kota Surabaya, pagi hari diperkirakan diawali dengan kondisi berawan ringan disertai sedikit kabut asap. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 27 derajat Celsius.

Memasuki siang hingga sore, cuaca berubah menjadi cerah terik dengan suhu maksimum mencapai 33 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada kisaran 38–75 persen, sementara angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 8–15 kilometer per jam.

Pada malam hari, langit kembali diprakirakan cerah berawan dengan suhu udara turun menjadi sekitar 22–25 derajat Celsius.

Sementara itu, Kabupaten Sidoarjo diperkirakan mengalami kondisi cuaca yang hampir sama. Pagi hari berawan ringan sebelum berubah cerah pada siang hari.

Suhu udara berkisar antara 21 hingga 33 derajat Celsius. Peluang hujan tergolong sangat kecil, hanya sekitar 5–10 persen menjelang sore hingga malam.

Adapun di Kabupaten Gresik, cuaca cerah diprediksi berlangsung sejak pagi hingga siang dengan sesekali muncul awan tipis. Suhu udara berada pada kisaran 22–33 derajat Celsius.

Khusus wilayah pesisir Gresik, angin diperkirakan bertiup sedikit lebih kencang dari arah timur laut dengan kecepatan mencapai 18 kilometer per jam. Pada malam hari cuaca tetap cerah, suhu berkisar 21–24 derajat Celsius, serta jarak pandang diperkirakan tetap baik di atas 10 kilometer.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, mengenakan pakaian yang nyaman, serta memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi akibat suhu udara yang cukup tinggi.

Selain itu, kondisi cuaca yang cenderung kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan maupun permukiman. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Meski peluang hujan sangat rendah, BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca secara tiba-tiba masih dapat terjadi di sejumlah titik sehingga masyarakat tetap diimbau memantau informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas.