JOMBANG | SIGAP88 — Ketahanan pangan tidak dibangun hanya melalui kebijakan dari tingkat pusat. Di tingkat desa, program itu diuji melalui lahan yang ditanami, benih yang tumbuh, dan petani yang merawatnya hingga panen.
Di Dusun Randuwatang Lor, Desa Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, satu lahan seluas sekitar 0,35 hektare menjadi bagian dari upaya tersebut.
Jajaran Polsek Kudu melalui fungsi Binmas dan Bhabinkamtibmas melakukan pendampingan penanaman benih jagung sekaligus mendata lahan pertanian yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di wilayah hukumnya, Senin pagi (20/7/2026).
Pendampingan dilakukan Kanit Binmas Polsek Kudu Aiptu Edi Susanto bersama Operator Ketahanan Pangan Polsek Kudu Brigpol Vernanda di lahan baku sawah milik Sarino.
Sebanyak 7 kilogram benih jagung jenis BISI 18 telah ditanam pada 18 Juli 2026. Benih tersebut merupakan bantuan Dinas Pertanian yang disalurkan melalui Polres Jombang. Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai target, panen diperkirakan berlangsung pada 10 November 2026.
Dari Sebutir Benih, Ketahanan Pangan Dimulai
Di balik angka 0,35 hektare, terdapat sebuah proses yang tidak berhenti pada penanaman. Ada lahan yang harus dirawat, tanaman yang harus dipantau, serta petani yang membutuhkan dukungan agar produktivitas pertanian dapat terus berjalan.
Karena itu, pendampingan menjadi bagian penting dalam memastikan program ketahanan pangan tidak berhenti sebagai target administratif.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di daerah.
Kapolsek Kudu AKP Imam Subekti mengatakan, dukungan terhadap sektor pertanian menjadi bagian dari komitmen Polri dalam membantu keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
“Melalui pendampingan kepada para petani, kami berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Ketahanan Pangan Diuji di Tingkat Lahan
Program ketahanan pangan pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya target nasional. Ukurannya juga terlihat dari bagaimana lahan-lahan pertanian tetap produktif, benih ditanam, tanaman dirawat, dan hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari lahan seluas 0,35 hektare di Randuwatang, proses itu sedang dimulai.
Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat mendorong petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan dari tingkat desa.
Sebab, swasembada pangan tidak lahir dari satu kebijakan saja. Ia tumbuh dari banyak lahan yang ditanami, banyak petani yang bekerja, dan kolaborasi yang terus dijaga.

















