Perkuat Ketahanan Pangan
JOMBANG | SIGAP88 — Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang ditanami, tetapi juga oleh kepastian tanaman mampu tumbuh hingga masa panen. Karena itu, Polsek Bareng, jajaran Polres Jombang, turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan tanaman jagung milik warga berkembang optimal sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Pemantauan dilakukan pada Sabtu (1/8/2026) di lahan milik Budi, warga Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Lahan baku sawah seluas sekitar 1.200 meter persegi tersebut ditanami jagung varietas MK Perkasa yang diproyeksikan memasuki masa panen pada 25 Agustus 2026.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung diketahui telah ditanam sejak 10 Juni 2026 dengan kebutuhan benih sekitar 8,5 kilogram. Kondisi pertumbuhan tanaman dinilai berjalan baik sehingga diharapkan mampu memberikan hasil panen sesuai target.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Asta Cita di sektor ketahanan pangan. Kehadiran personel kepolisian di lahan pertanian tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan kepada petani agar proses budidaya berlangsung optimal hingga masa panen.
Kapolsek Bareng, Mastoib, menegaskan pihaknya akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan.
“Kami berharap sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dapat semakin memperkuat sektor pertanian sehingga mampu mewujudkan swasembada pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari petani sebagai pelaku utama hingga pemerintah dan aparat yang berperan memberikan pendampingan serta memastikan program berjalan berkelanjutan.
Melalui pemantauan rutin terhadap lahan pertanian produktif, Polsek Bareng berharap potensi kendala di lapangan dapat terdeteksi lebih dini sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat daerah.
Berbeda dengan sekadar kegiatan seremonial, pemantauan berkala terhadap tanaman menjadi indikator bahwa pendampingan kepada petani dilakukan hingga fase produksi. Model pengawasan seperti ini diharapkan mampu menjaga stabilitas hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Jombang.
















