JOMBANG | SIGAP88 — Deretan piala dan piagam penghargaan yang berjajar di Lapangan Mapolres Jombang, Kamis (9/7/2026), bukan sekadar penutup rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Di balik seremoni itu, Polres Jombang menegaskan satu pesan: prestasi hanya lahir dari disiplin, kolaborasi, dan pelayanan yang terus diperbaiki.

Pesan itu mengemuka saat Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan memimpin upacara pemberian penghargaan kepada personel, satuan kerja, mitra, hingga elemen masyarakat yang dinilai memberi kontribusi nyata bagi keamanan dan pelayanan publik di Kabupaten Jombang.

Di hadapan seluruh peserta upacara, Kapolres tidak hanya menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. Ia menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi atas capaian institusi yang selama ini dibangun melalui kerja kolektif seluruh jajaran.

“Terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi, kinerja, dan loyalitas yang telah diberikan. Berkat sinergi bersama masyarakat, Alhamdulillah Kabupaten Jombang tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.

Menurut Kapolres, penghargaan bukanlah garis akhir sebuah kompetisi, melainkan tolok ukur untuk terus meningkatkan profesionalisme. Karena itu, seluruh personel diminta mempertahankan semangat pengabdian sekaligus memperkuat dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, SPPG, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Semangat itulah yang kemudian tercermin dalam berbagai kategori penghargaan. Seluruh apresiasi yang diumumkan hari itu mencerminkan satu hal: keberhasilan institusi tidak lagi diukur semata dari penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membangun inovasi, komunikasi publik, serta kemitraan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Mulai dari manajemen media, inovasi Bhabinkamtibmas, kebersihan markas komando, personel teladan, dukungan distribusi jagung petani, hingga prestasi olahraga tingkat nasional yang berhasil mengharumkan nama Polres Jombang.

Apresiasi juga meluas kepada masyarakat. Kepala desa, mitra program pemerintah, hingga tokoh-tokoh perguruan silat menerima penghargaan karena dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kemitraan, dan membangun suasana Jombang yang tetap guyub, aman, dan kondusif.

Bagi Kapolres, penghargaan sejatinya bukan tujuan akhir. Ia merupakan cermin dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin, evaluasi, dan semangat untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepolisian.

Menurutnya, stabilitas keamanan yang selama ini terjaga di Kabupaten Jombang bukan hasil kerja satuan atau individu semata. Situasi yang tetap aman dan kondusif lahir dari kolaborasi seluruh personel, didukung sinergi bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen warga.

Pandangan tersebut menjadi dasar bagi seluruh jajaran Polres Jombang untuk terus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, profesionalisme, dan kepercayaan publik.

Ia menilai keberhasilan menjaga keamanan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Karena itu, setiap prestasi yang diraih anggota maupun satuan kerja tidak boleh dipandang sebagai akhir dari sebuah kompetisi, melainkan pijakan untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, responsif, dan dipercaya masyarakat.

Komitmen tersebut, kata Kapolres, juga tercermin dalam keterlibatan aktif jajaran Polres Jombang mendukung berbagai program strategis pemerintah. Mulai dari penguatan ketahanan pangan melalui Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga distribusi hasil panen jagung petani sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.

Di hadapan seluruh peserta upacara, Kapolres kemudian mengajak seluruh personel menjaga semangat kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi organisasi. Baginya, keberhasilan institusi kepolisian tidak hanya diukur dari banyaknya penghargaan yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar kehadiran Polri mampu menghadirkan rasa aman dan kepercayaan di tengah masyarakat.

Rangkaian penghargaan yang diserahkan Kapolres menjadi gambaran luasnya ruang pengabdian yang diapresiasi institusi. Bukan hanya personel yang sukses menjalankan tugas operasional, tetapi juga anggota yang mampu berinovasi, membangun komunikasi publik, hingga mendukung program-program strategis pemerintah.

Di balik nama-nama penerima penghargaan, sesungguhnya terdapat cerita tentang ribuan jam pengabdian yang jarang terlihat publik. Ada dedikasi di balik pelayanan, inovasi di balik pembinaan masyarakat, serta kerja sama lintas elemen yang perlahan membangun kepercayaan warga terhadap institusi kepolisian.

Pada bidang manajemen media, misalnya, Satlantas Polres Jombang dinobatkan sebagai peraih penghargaan tertinggi. Disusul Satreskrim dan Polsek Kabuh yang dinilai mampu mengoptimalkan penyampaian informasi kepada masyarakat melalui pengelolaan media yang lebih efektif. Sementara penghargaan favorit diberikan kepada Seksi Humas Polres Jombang.

Di lini pembinaan masyarakat, inovasi para Bhabinkamtibmas turut mendapat perhatian. Aipda Achmad Syaifudin dari Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo, dinobatkan sebagai yang terbaik berkat inovasi yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Posisi berikutnya ditempati Brigpol Mario Masagena dari Polsek Bareng dan Bripka Agus Prasetyo dari Polsek Kesamben.

Budaya kerja yang tertib juga menjadi salah satu indikator penilaian. Polsek Diwek berhasil meraih penghargaan sebagai markas komando terbersih, mengungguli Polsek Kabuh dan Polsek Bareng. Sementara kategori Personel Negeri Polri Teladan (PNPP) menempatkan Aiptu Rohni Teguh dari Polsek Ngoro sebagai penerima penghargaan tertinggi atas dedikasi dan pengabdiannya.

Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional pun tidak luput dari apresiasi. Melalui kategori distribusi dan penyerapan jagung petani ke Bulog, Polsek Kesamben keluar sebagai yang terbaik, disusul Polsek Diwek dan Polsek Ngoro. Penghargaan tersebut menjadi penegasan bahwa peran kepolisian kini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga ikut mengawal keberhasilan program-program strategis pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Prestasi di bidang olahraga turut mewarnai daftar penghargaan. Sejumlah personel berhasil mengharumkan nama Polres Jombang pada ajang Karate Kapolda Cup 2026 maupun Kapolri Cup 2026. Capaian itu menjadi bukti bahwa semangat kompetisi dan disiplin tidak hanya diwujudkan saat menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mampu melahirkan prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Penghargaan yang diberikan Polres Jombang tidak berhenti pada internal institusi. Sejumlah tokoh masyarakat dan mitra strategis juga mendapat apresiasi karena dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Di antaranya Kepala Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Nanang Sugiharto, yang berhasil mengukir prestasi sebagai Juara I Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tingkat Polda Jawa Timur. Penghargaan juga diterima Tantri Yulianingsih selaku Direktur CV Patriot sekaligus mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Jombang yang meraih Juara II tingkat Polda Jawa Timur.

Apresiasi serupa diberikan kepada para tokoh perguruan silat di Kabupaten Jombang. Mereka dinilai tidak hanya menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga berperan aktif membangun komunikasi, meredam potensi konflik, serta memperkuat sinergi bersama kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bagi Polres Jombang, keterlibatan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif bukanlah tugas kepolisian semata. Dibutuhkan komitmen bersama, saling percaya, dan ruang kolaborasi yang terus dirawat agar keamanan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi ruang refleksi bahwa keberhasilan menjaga Jombang tetap aman, guyub, dan kondusif lahir dari kerja bersama antara Polri dan masyarakat. Ketika sinergi terus terpelihara, penghargaan tidak lagi sekadar menjadi simbol prestasi, melainkan pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah capaian tertinggi yang harus terus dijaga.