Kolaborasi Pemkab Sumenep dan Bank Jatim tidak sekadar menghadirkan promo transaksi digital. Program ini dirancang untuk membangun budaya pembayaran non-tunai dari lingkungan birokrasi hingga memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi digital.

SUMENEP | SIGAP88 — Transformasi digital tidak cukup dibangun melalui kebijakan atau ajakan semata. Perubahan membutuhkan teladan agar tumbuh menjadi budaya. Berangkat dari pemikiran itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai membangun kebiasaan baru dengan menjadikan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelopor penggunaan transaksi non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Bank Jatim Cabang Sumenep dalam program belanja kuliner menggunakan QRIS dengan pembayaran simbolis Rp1 yang digelar pada rangkaian kegiatan Jumat Sehat dan Jumat Bersih di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Jumat (17/7).

Lebih dari sekadar menghadirkan kemudahan bertransaksi, program itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital, memperluas literasi keuangan masyarakat, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh di tengah perubahan ekosistem ekonomi berbasis teknologi.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Hadir dalam kesempatan itu Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Wakil Bupati Imam Hasyim, pimpinan Bank Jatim Cabang Sumenep, para asisten, kepala OPD, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Sejak kegiatan dimulai, suasana di area stan kuliner tampak hidup.

Para ASN memanfaatkan aplikasi JConnect milik Bank Jatim untuk melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Dengan nominal transaksi hanya Rp1, peserta dapat menikmati beragam kuliner yang disiapkan pelaku UMKM lokal.

Antusiasme peserta terlihat dari antrean yang mengular di hampir seluruh stan. Di sisi lain, para pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada ratusan konsumen dalam satu momentum, sekaligus merasakan secara langsung kemudahan sistem pembayaran digital.

Dalam arahannya, Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa percepatan transformasi digital tidak akan berjalan optimal apabila aparatur pemerintah belum menjadi bagian dari perubahan tersebut. Karena itu, ASN didorong menjadi pelopor dalam pemanfaatan sistem pembayaran digital di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari.

“ASN harus menjadi pelopor penggunaan QRIS. Semakin terbiasa menggunakan transaksi digital, semakin cepat pula masyarakat ikut beradaptasi dengan sistem pembayaran yang aman, praktis, dan efisien,” ujar Achmad Fauzi.

Menurut Bupati, digitalisasi transaksi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun sistem keuangan yang lebih efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Bupati menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Kami ingin digitalisasi berjalan seiring dengan penguatan UMKM. Ketika masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara digital, maka peluang usaha pelaku UMKM juga akan semakin besar,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital yang dibangun Pemkab Sumenep tidak hanya berorientasi pada modernisasi layanan pemerintahan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang semakin inklusif, di mana teknologi menjadi jembatan bagi tumbuhnya usaha-usaha lokal.

Usai memberikan arahan, Bupati Achmad Fauzi bersama Wakil Bupati Imam Hasyim, jajaran Bank Jatim Cabang Sumenep, para asisten, dan kepala OPD berkeliling meninjau stan-stan kuliner yang dipadati peserta. Mereka juga berdialog langsung dengan para pelaku UMKM maupun ASN untuk memastikan proses pembayaran melalui QRIS berjalan lancar.

Antusiasme yang terlihat sepanjang kegiatan menjadi gambaran bahwa pemanfaatan transaksi digital mulai diterima sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kehadiran QRIS tidak lagi dipandang sekadar sebagai alternatif pembayaran, melainkan mulai menjadi kebiasaan baru yang mendukung pelayanan publik dan aktivitas ekonomi.

Melalui sinergi bersama Bank Jatim, Pemkab Sumenep berharap pemanfaatan QRIS terus meluas, diikuti meningkatnya literasi keuangan digital masyarakat. Di saat yang sama, pelaku UMKM diharapkan semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga mampu memperkuat daya saing dan memperluas akses pasar.

Bagi Pemkab Sumenep, langkah kecil melalui program QRIS Rp1 bukan sekadar menghadirkan kemudahan dalam bertransaksi. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat transformasi digital daerah, memperkuat ekosistem ekonomi berbasis teknologi, serta memastikan pelaku UMKM tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi digital Kabupaten Sumenep.