PAMEKASAN | SIGAP88 — Pendopo Utama Bani Group di Pamekasan menjadi tempat berlangsungnya sebuah pertemuan yang sarat makna pada Jumat (17/7/2026).

Di tengah dinamika yang dihadapi gerakan sosial Bani Insan Peduli, silaturahmi dengan Sayyid Habib Syaihon bin Mustofa Al Bahar atau Wan Sehan menghadirkan ruang refleksi sekaligus penguatan semangat bagi para relawan.

Owner Bani Group, Ali Zainal Abidin, menerima langsung kedatangan Wan Sehan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas pentingnya menjaga keberlanjutan gerakan kemanusiaan yang selama ini dijalankan Bani Insan Peduli.

Silaturahmi Menjadi Momentum Penguatan Relawan

Beberapa hari sebelumnya, Yayasan Sosial Bani Insan Peduli telah dibubarkan. Meski demikian, berakhirnya badan hukum tersebut tidak dipandang sebagai akhir dari pengabdian kepada masyarakat. Bagi para relawan, nilai utama yang selama ini dibangun tetap berada pada semangat kepedulian, gotong royong, dan kebermanfaatan yang telah menjadi fondasi setiap kegiatan sosial.

Dari pertemuan itu menguat satu pesan bahwa gerakan kemanusiaan tidak ditentukan oleh nama sebuah lembaga, melainkan oleh komitmen orang-orang yang terus memilih hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pertemuan tersebut kemudian berlanjut dengan diskusi yang melibatkan sejumlah relawan dari Pamekasan dan Sumenep. Momentum itu dimanfaatkan untuk mempertegas arah pengabdian yang akan terus dijalankan meski organisasi yang sebelumnya menjadi wadah kegiatan sosial telah dibubarkan.

Dalam kesempatan itu, Ali Zainal Abidin mengajak seluruh relawan untuk tidak memaknai perubahan status kelembagaan sebagai berakhirnya misi kemanusiaan. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat harus tetap menjadi prioritas karena lahir dari kesadaran bersama, bukan semata-mata bergantung pada keberadaan sebuah badan hukum.

Simbol Garuda Dimaknai sebagai Penguat Semangat Pengabdian

Di tengah pertemuan tersebut, Wan Sehan juga menyampaikan sebuah simbol berupa gambar Garuda. Simbol itu kemudian dimaknai Ali sebagai pengingat agar setiap relawan terus menumbuhkan semangat, keteguhan, dan tanggung jawab dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Ali, makna yang terkandung dalam simbol tersebut bukan sekadar lambang, melainkan dorongan moral agar seluruh relawan tetap menjaga keikhlasan, memperkuat persaudaraan, dan melanjutkan berbagai kegiatan sosial yang selama ini telah memberi manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menatap Fase Baru Gerakan Sosial Bani Insan Peduli

Bagi para relawan, perjalanan Bani Insan Peduli selama ini telah meninggalkan jejak pengabdian di berbagai bidang sosial dan kemanusiaan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk terus melanjutkan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, meski dengan bentuk dan pola yang menyesuaikan perkembangan ke depan.

Semangat itulah yang mengemuka dalam pertemuan di Pendopo Utama Bani Group. Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak boleh berhenti hanya karena perubahan pada aspek kelembagaan. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab moral yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada setiap relawan.

Pertemuan itu pun menjadi penanda dimulainya fase baru bagi gerakan sosial yang selama ini dibangun bersama. Dengan semangat kebersamaan, para relawan diharapkan tetap hadir di tengah masyarakat, melanjutkan aksi-aksi sosial, memperluas jangkauan pengabdian, serta menjaga komitmen untuk memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Pertemuan tersebut menjadi awal konsolidasi kembali para relawan untuk melanjutkan berbagai kegiatan sosial yang selama ini telah berjalan. Dengan semangat kebersamaan, Bani Insan Peduli menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat melalui aksi-aksi kemanusiaan yang berkelanjutan.