Tahun Baru Hijriah bukan sekadar penanda pergantian waktu. Momentum ini berakar dari peristiwa besar dalam sejarah Islam, yakni hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih tertib, lebih beriman, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Muharram menjadi saat yang tepat bagi setiap muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Dari sinilah semangat hijrah menemukan maknanya, yaitu berpindah dari kebiasaan buruk menuju akhlak yang lebih mulia, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Redaksi SIGAP88 menyajikan Naskah Khutbah Jumat edisi Muharram 1448 Hijriah dengan tema “Muharram, Saatnya Muhasabah dan Memperbaiki Diri” yang dapat menjadi referensi bagi para khatib maupun jamaah. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi dalam menyambut Tahun Baru Islam dengan semangat perubahan menuju kebaikan.
KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan melalui amal saleh dan akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Saat ini kita berada di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan yang dimuliakan Allah SWT dan menjadi penanda pergantian tahun bagi umat Islam. Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka dalam penanggalan, tetapi momentum untuk melakukan muhasabah, mengevaluasi perjalanan hidup, dan memperbaiki diri menuju keadaan yang lebih baik.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۚ إِنَّ اللّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar senantiasa melakukan introspeksi. Sudahkah salat kita semakin baik? Sudahkah Al-Qur’an menjadi bacaan harian kita? Sudahkah kita menjaga lisan dari fitnah, ghibah, dan perkataan yang menyakiti sesama?
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Muharram mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perpindahan dari keburukan menuju kebaikan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesungguhan beribadah.
Rasulullah SAW bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللّٰهُ عَنْهُ
Artinya:
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari)
Hadis ini mengajarkan bahwa setiap muslim dapat berhijrah setiap saat. Meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki hubungan dengan sesama, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, Muharram merupakan bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah. Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللّٰهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Terlebih pada hari Asyura, tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللّٰهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya:
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)
Marilah kita jadikan Muharram sebagai titik awal perubahan. Tahun yang baru harus melahirkan semangat baru dalam beribadah, bekerja, menuntut ilmu, mendidik keluarga, dan berbuat kebaikan kepada sesama.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Memasuki Tahun Baru Hijriah, marilah kita memperbarui niat dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan biarkan tahun berganti sementara amal dan akhlak kita tidak berubah. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberi manfaat bagi sesama.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam ketaatan, diberi kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, serta kemudahan dalam segala urusan dunia dan akhirat.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.


















