
SURABAYA | SIGAP88 – Tim Patroli Air Provinsi Jawa Timur mulai melibatkan pelaku usaha dan industri dalam upaya menjaga kualitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Surabaya melalui program Rembuk Lingkungan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengendalian pencemaran sekaligus meningkatkan kepedulian seluruh pihak terhadap keberlanjutan sumber daya air.
Koordinator Tim Patroli Air Jawa Timur, Imam Rochani, mengatakan keterlibatan sektor industri menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Biasanya rembuk lingkungan dilakukan bersama masyarakat atau komunitas. Sekarang kami mulai mengajak pelaku industri untuk duduk bersama. Tujuannya membangun kepedulian dan rasa memiliki terhadap kelestarian Kali Surabaya karena sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Industri Dilibatkan dalam Pengawasan Lingkungan
Menurut Imam, pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui forum diskusi, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai kegiatan lapangan yang melibatkan perusahaan beserta karyawannya.
Program yang disiapkan antara lain penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai, ekspedisi menyusuri aliran Kali Surabaya untuk melihat langsung kondisi lingkungan, serta mendorong perusahaan mendukung pendanaan kegiatan pemulihan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
Ia menegaskan Tim Patroli Air kini tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar perusahaan menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kualitas lingkungan.
“Kami ingin perusahaan merasa menjadi bagian dari solusi. Dengan pendekatan yang kolaboratif, perusahaan memiliki ruang untuk terbuka dan terus meningkatkan kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan,” katanya.
Kali Surabaya merupakan salah satu sumber air baku penting bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus menopang berbagai aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutannya.
Ketersediaan Air Tetap Aman Meski Ada Ancaman El Nino
Sementara itu, Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan ketersediaan air di wilayah Sungai Brantas masih dalam kondisi aman meski terdapat potensi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas III PJT I, Ariet Setiawan, mengatakan pasokan air dari wilayah hulu masih mengikuti pola operasi waduk yang telah ditetapkan dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun.
“Untuk ketersediaan air di hulu saat ini masih sesuai pola, artinya pasokan masih cukup hingga akhir tahun,” ujarnya.
Meski demikian, PJT I tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kekeringan ekstrem seperti yang pernah terjadi pada 2018. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan air minum masyarakat dan irigasi pertanian akan menjadi prioritas utama.
Selain menjaga kuantitas air, PJT I juga terus melakukan pemantauan kualitas air melalui pengambilan sampel secara berkala untuk diuji di laboratorium.
Kepatuhan Industri Jadi Sorotan BBWS Brantas
Di sisi lain, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap perizinan pemanfaatan air permukaan.
Ketua Pelaksanaan Urusan Perizinan Pemanfaatan dan Rekomendasi Teknis BBWS Brantas, Dimas, menjelaskan setiap perusahaan yang telah memiliki izin wajib menyampaikan laporan penggunaan air secara berkala sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya air.
“Perusahaan yang sudah berizin memiliki kewajiban menyampaikan laporan berkala sehingga penggunaan air dapat dikendalikan. Tantangan terbesar justru berasal dari perusahaan yang belum memiliki izin karena pengambilan airnya sulit dipantau,” katanya.
Menurutnya, apabila dampak El Nino semakin meningkat dan memicu kekeringan, pembatasan pengambilan air bagi sektor industri dapat diterapkan melalui Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT). Namun kebutuhan air baku masyarakat dan irigasi pertanian tetap menjadi prioritas utama.
BBWS Brantas juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang aliran Kali Surabaya untuk menggunakan air secara bijaksana serta turut menjaga kualitas sungai dari potensi pencemaran.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha, upaya pengendalian pencemaran serta pelestarian Kali Surabaya diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.














