SURABAYA | SIGAP88 — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di EXCOTEL Design Hotel Surabaya tidak berhenti pada seremoni. Hotel tersebut menutup rangkaian kegiatan Agustusan dengan mempertemukan generasi masa kini dengan para veteran melalui kegiatan sosial bertajuk “Mixology with Veteran: Meracik Kehangatan, Merangkai Kenangan”.
Kegiatan yang berlangsung di The Ramoe Restaurant itu menghadirkan 10 veteran dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), yang mayoritas merupakan Veteran Pembela dan pelaku sejarah perjuangan bangsa.
Dalam suasana santai, para veteran diajak meracik minuman tradisional Wedang Jawi berbahan jahe, lemon, dan sereh. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk membuka ruang interaksi sekaligus mendengarkan pengalaman para veteran secara langsung.
Bagi penyelenggara, inti kegiatan bukan terletak pada minuman yang diracik, melainkan pada pertemuan lintas generasi yang tercipta di dalamnya.
General Manager EXCOTEL Design Hotel Surabaya, Odek Damanik, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sederhana agar para veteran dapat mengikuti seluruh rangkaian dengan nyaman.
“Kami ingin membuat kegiatan yang sederhana tetapi bermakna. Bukan hanya memberikan sesuatu kepada para veteran, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kami untuk duduk bersama, mendengarkan cerita mereka, dan belajar dari pengalaman mereka,” ujar Odek.Kamis(27/8)
Menurutnya, keberadaan para veteran menjadi kesempatan berharga bagi generasi saat ini untuk mengenal sejarah bukan hanya melalui buku, tetapi dari orang yang pernah berada di dalam perjalanan sejarah tersebut.
“Mereka adalah bagian dari sejarah yang masih bisa kita temui dan dengarkan ceritanya secara langsung. Ini yang menurut kami sangat berharga,” katanya.
Suasana pertemuan pun berlangsung cair. Para veteran tidak hanya berbagi cerita, tetapi juga bernyanyi bersama di tengah kegiatan yang digelar di The Ramoe Restaurant.
Ketua SSA, Adit, menilai interaksi langsung dengan para veteran memiliki nilai tersendiri bagi generasi muda.
“Sejarah jangan hanya dibaca, tetapi juga perlu didengarkan langsung dari orang yang mengalaminya. Para veteran yang hadir adalah pelaku sejarah. Bisa duduk bersama dan mendengarkan cerita mereka menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua LVRI Surabaya, Eko Pranoto.
Ia menilai kegiatan sederhana seperti itu tetap memiliki makna karena memberikan ruang kepada para veteran untuk merasa diperhatikan sekaligus berbagi pengalaman dengan generasi berikutnya.
“Kami senang bisa berkumpul dan mendapatkan perhatian seperti ini. Kegiatannya sederhana, tetapi membuat kami merasa dihargai. Semoga generasi muda terus mengingat perjuangan dan sejarah bangsa,” katanya.
Pemilihan Wedang Jawi menjadi bagian dari konsep kegiatan. Jahe, lemon, dan sereh diracik menjadi minuman hangat yang kemudian dinikmati bersama.
Minuman tersebut menjadi simbol sederhana dari pertemuan dua generasi. Kehangatan tidak hanya datang dari secangkir minuman, tetapi juga dari percakapan, kenangan, dan pengalaman yang dibagikan para veteran.
Kegiatan bersama LVRI itu sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan kemerdekaan di EXCOTEL Design Hotel Surabaya. Sebelumnya, hotel tersebut menggelar upacara kemerdekaan untuk pertama kalinya di area rooftop yang diikuti para karyawan, disusul kegiatan internal dan kolaborasi antartim.
Rangkaian perayaan juga melibatkan para mitra travel agent melalui gathering serta berbagai lomba khas Agustusan.
Namun, pertemuan dengan para veteran menjadi bagian yang memberikan warna berbeda. Di tengah berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan, ruang untuk mendengarkan langsung cerita generasi yang pernah melewati masa perjuangan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak lahir dari sebuah seremoni.
Satu cangkir Wedang Jawi memang sederhana. Tetapi dari meja tempat para veteran dan generasi muda duduk bersama, sejarah memiliki ruang untuk kembali diceritakan dan diwariskan.

















