PAMEKASAN | SIGAP88 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RSIA Puri Bunda Madura tidak berhenti pada lantunan selawat dan tausiah. Di tengah keberagaman pengelola, karyawan, pasien, serta masyarakat sekitar, kegiatan itu justru menonjolkan pesan tentang hidup berdampingan dan kepedulian sosial.
Peringatan yang digelar di halaman parkir RSIA Puri Bunda Madura, Senin (24/8/2026), itu juga diisi santunan untuk puluhan anak yatim.
Pesan tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia menjadi bagian utama tausiah KH. Hamid Amjad Djauhari. Ia menilai perbedaan keyakinan tidak semestinya menjadi alasan untuk membangun jarak, apalagi permusuhan.
Hamid Amjad mengaku sempat terkejut ketika mengetahui dirinya mendapat undangan untuk mengisi ceramah dari owner rumah sakit yang berbeda keyakinan.
“Terus terang saya sedikit kaget ketika mengetahui yang mengundang saya dari kalangan agama yang berbeda,” katanya.
Namun, menurutnya, perbedaan justru dapat menjadi ruang untuk memperkuat sikap saling menghormati.
“Saya sangat bangga. Meskipun kita berbeda keyakinan, ajaran Islam yang dibawa Rasulullah itu tidak kaku. Kita boleh berbeda, tetapi berbeda bukan berarti kita harus bermusuhan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga bagaimana seseorang memperlakukan sesamanya.
“Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk hidup berdampingan, saling menghormati dan menjaga kedamaian. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling membenci,” tegasnya.
Karena itu, Hamid Amjad berharap Maulid Nabi tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Nilai kasih sayang, kepedulian dan perdamaian, kata dia, harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah bagaimana keteladanan Rasulullah itu kita bawa dalam kehidupan. Kalau nilai kasih sayang, kepedulian dan kedamaian itu benar-benar diterapkan, maka masyarakat akan menjadi lebih sejahtera,” tuturnya.
Bukan Sekadar Seremonial
Owner RSIA Puri Bunda Madura Franky Ardhana Kawilarang mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi agenda rutin yang digelar manajemen rumah sakit.
Tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga sejak RSIA Puri Bunda Madura berdiri.
“Ini sudah menjadi kegiatan rutin kami. Tahun ini merupakan yang ketiga sejak RSIA Puri Bunda Madura berdiri tiga tahun lalu,” katanya.
Franky mengatakan, meski dirinya bukan seorang muslim, ia melihat banyak nilai universal dalam keteladanan Nabi Muhammad SAW yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat.
“Walaupun saya bukan seorang muslim, saya melihat banyak nilai kebaikan yang diajarkan Rasulullah,” tegasnya.
Menurut Franky, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan rumah sakit dengan lingkungan di sekitarnya. Rumah sakit, kata dia, tidak cukup hanya hadir melalui pelayanan medis.
“Kami ingin RSIA Puri Bunda bukan hanya hadir memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial seperti santunan anak yatim ini,” tandasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur RSIA Puri Bunda Madura Anita Setiawati, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Saifuddin, jajaran karyawan rumah sakit serta masyarakat sekitar.
Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan itu memperlihatkan bahwa ruang pelayanan publik seperti rumah sakit dapat menjadi tempat bertemunya berbagai latar belakang dalam semangat kepedulian, penghormatan dan kemanusiaan.

















