
SUMENEP | SIGAP88 — Keselamatan dalam penggunaan listrik tidak cukup hanya dipahami ketika seseorang sudah memasuki dunia kerja. Kebiasaan menggunakan listrik secara aman perlu dibangun sejak dini, termasuk melalui lingkungan sekolah.
Pesan itulah yang dibawa PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumenep bersama Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Sampang melalui program PLN Mengajar di SMKN 1 Kalianget, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang digelar menjelang Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 tersebut menjadi ruang edukasi bagi para siswa untuk mengenali potensi bahaya kelistrikan sekaligus memahami langkah pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan listrik secara aman di lingkungan sekolah. Para siswa juga diajak memahami risiko kelistrikan yang dapat muncul di rumah maupun lingkungan masyarakat apabila listrik digunakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.
Manager ULTG Sampang Hishnul Yaqin hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran PLN ULP Sumenep. Di antaranya Team Leader K3LK Mohamad Rizki Ramadhani, Team Leader Pelayanan Pelanggan Richo Inzaghi Maulana Yusuf E, serta Technician Transaksi Energi Layanan Pelanggan Alfath Ariestian Eka Pramudhita.
Team Leader K3LK PLN ULP Sumenep, Mohamad Rizki Ramadhani, mengatakan edukasi keselamatan kelistrikan merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Rangkaian kegiatan ini merupakan wujud kepedulian PLN dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026. Pelanggan PLN tidak hanya mereka yang hari ini membayar tagihan atau membeli token, tetapi juga para pelajar yang kelak menjadi penggerak masyarakat,” ujar Rizki.
Menurut dia, pelajar merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat. Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan listrik secara aman perlu diperkenalkan sejak lingkungan pendidikan.
“Melalui program PLN Mengajar, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya aspek keselamatan kelistrikan sejak sekolah, sehingga potensi bahaya akibat salah penggunaan dapat ditekan serendah mungkin,” katanya.
Bagi SMKN 1 Kalianget, edukasi tersebut memiliki relevansi khusus. Sebagai sekolah vokasi, para siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga terbiasa berhadapan dengan kegiatan praktik dan lingkungan yang berkaitan dengan aspek teknis.
Kepala SMKN 1 Kalianget, Zainul Sahari, mengapresiasi edukasi yang diberikan PLN kepada para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN ULP Sumenep dan ULTG Sampang. Pengetahuan mendasar mengenai keselamatan listrik sangat vital bagi anak didik kami, terlebih bagi siswa vokasi yang sehari-hari dekat dengan teknis dan dunia industri,” tuturnya.
Zainul berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga pengetahuan yang diterima siswa tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Richo mengatakan kolaborasi antara PLN ULP Sumenep dan ULTG Sampang menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan PLN dengan masyarakat.
Menurut dia, pelayanan kelistrikan tidak hanya menyangkut penyediaan tenaga listrik, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami aspek keselamatan dalam memanfaatkannya.
“Kami berharap nilai-nilai keselamatan dan pelayanan prima yang disampaikan mampu menumbuhkan kepedulian bersama terhadap keandalan dan keamanan jaringan listrik di wilayah Madura,” kata Richo.
Melalui edukasi tersebut, PLN berharap para siswa dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran keselamatan kelistrikan, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
















