PAMEKASAN | SIGAP88 – Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., menghadiri Haul Akbar ke-93 RKH Abdul Hamid bin Itsbat serta Almarhum Almarhumin Banyuanyar yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamidy Banyuanyar Timur, Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan haul yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri sekitar 17.500 jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Para jamaah memadati area pondok pesantren untuk mengikuti rangkaian doa bersama, pengajian, serta mengenang jasa dan perjuangan para ulama yang telah wafat.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-02 Tlanakan Dampingi Pendataan Balita di Desa Branta Pesisir

Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto

Selain itu, tampak pula Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Agus Sulistyo, serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan tokoh masyarakat lainnya.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto, serta CEO PT Bawang Mas Group H. Hairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her juga turut hadir bersama para tokoh ulama dari berbagai daerah.

Baca Juga  Tiga Desa di Kecamatan Ganding Sumenep Jadi Pilot Project ‘Desa Cantik‘

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0826 Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko menyampaikan bahwa kegiatan haul merupakan tradisi yang sangat baik dalam menjaga silaturahmi serta mengenang perjuangan para ulama yang telah berjasa bagi umat dan bangsa.

“Haul ini bukan hanya mengenang jasa para ulama, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-01 Pamekasan bantu Warga Desa Laden Jemur Padi

Ia juga berharap kegiatan keagamaan seperti ini terus dilestarikan karena memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat besar bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini kita dapat mengambil teladan dari para ulama serta memperkuat kebersamaan dan persatuan bangsa,” terangnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE