Surabaya | SIGAP88 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus menggalakkan penyemprotan disinfektan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jatim bersama unsur TNI-Polri dan Dinas Peternakan.

BPBD Jatim memastikan daging sapi yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi dan tidak berpenyakit.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto menyampaikan, penyemprotan disinfektan terkait dengan pencegahan PMK terus digalakkan.

Dalam pekan ini Tim BPBD Jatim bersama stakeholder terkait melakukan penyemprotan disinfektan di Kabupaten/Kota Mojokerto pada Selasa (4/4) dan di Kabupaten Trenggalek, Rabu (5/4).

“Karena posisinya saat ini mendekati Lebaran, pastinya konsumsi daging sapi tinggi. Kita mengantisipasi jangan sampai daging sapi yang beredar di masyarakat adalah daging yang berpenyakit. Melainkan daging sapi yang aman dikonsumsi,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto Rabu (5/4/2023).

Img 20230409 Wa0002Penyemprotan disinfektan PMK di Kabupaten Mojokerto dilakukan di Pasar Hewan maupun Rumah Pemotongan Hewan (RPH) setempat. “Yakni di Pasar Hewan Ngrame, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging; Pasar Hewan Pandan, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet; RPH Gondang, Desa Pugeran, Kecamatan Gondang dan Pasar Hewan Pohjejer, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang” paparnya

Baca Juga  Terminal Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Peti Kemas Internasional Lebih 90 Persen

Lanjut Gatot, penyemprotan juga dilakukan di Kota Mojokerto dilakukan di dua titik. Yaitu di UPT RPH Kota Mojokerto, Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dan Pasar Hewan Sekarputih, Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dilanjutkan di dua Pasar Hewan di Kabupaten Trenggalek, yakni di Pasar Hewan Tamanan, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek dan Pasar Hewan Durenan, Desa Durenan, Kecamatan Durenan.

“Kami bersama teman-teman TNI-Polri menggalakkan penyemprotan disinfekan PMK. Kemudian dari pihak Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi bersama Kabupaten/Kota melakukan sosialisasi dengan vaksinasi hewan ternak,” terang Gatot.

Baca Juga  Jurnalis dan Aktivis Ditahan Tentara Israel, Komunitas Pers Surabaya Gelar Aksi Solidaritas

Gatot menambahkan, update situasi penanganan PMK pada ternak di Provinsi Jatim per 4 April 2023, kasus PMK di Jatim tercatat 198.891 kasus.

“Dengan total sakit sebanyak 2.470, jumlah sembuh 189.336, mati sebanyak 4.367 dan potong paksa sebanyak 2.718.” terangnya

Img 20230409 Wa0003Untuk jumlah kasus PMK terbanyak, jelas Gatot, pertama terjadi di Malang dengan 20.303 kasus. Kemudian kedua terjadi di Probolinggo dengan 14.570 kasus, sementara di Jember sebanyak 14.316 kasus. Kemudian disusul di wilayah Ponorogo, tercatat ada 12.460 kasus dan di Lumajang sebanyak 11.467 kasus.

Untuk update Per, 3 April 2023, datanya sebagai berikut: Total kasus tercatat 198.888; Sakit 2.499 + 14, angka itu tambahan kasus sakit baru di Jombang ada 6, di Tuban ada 4, di Malang ada 2, di Mojokerto ada 1 dan di Magetan ada 1. Untuk angka sembuh menjadi 189.306; untuk angka kematian menjadi 4.368, ada tambahan mati 1, dari Kabupaten Lamongan. Dan, untuk yang dilakukan potong paksa, berjumlah 2.718 ekor.

Baca Juga  Wakil Bupati Sumenep Jadi Irup Hardiknas dan Harkitnas 2026

Masih kata Gatot, untuk aktifitas penyemprotan disinfektan terus dilakukan dengan sasaran tempat yang berpindah-pindah.

“Penyemprotan disinfektan terus dilakukan dengan berubah-ubah sasaran tempatnya. Karena mobilitas hewan jalan terus. Hanya saja yang lebih fokus yaitu kejadiannya banyak di wilayah Surabaya ke Barat,” pungkasnya. (inf/rls/red)

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE