Sumenep | Sigap88 – Naiknya harga BBM sangat di sayangkan oleh rakyat indonesia dimana masyarakat baru saja merasakan dampak dari rusaknya struktur yang di akibatkan oleh pandemi Covid-19 dan kemudian kini di hadapi dengan naiknya harga BBM

Oleh karena itu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep melakukan aksi turun kejalan untuk menyuarakan hak dan kewajiban seluruh masyarakat atas naiknya harga BBM saat ini

Wakil bupati (Wabup) Sumenep Dewi Khalifah saat menemui para Mahasiswa yang melakukan UNRAS menyampaikan, insya allah kita yakin bahwa kita semua ingin mensejahterakan rakyat, dan atas perintah dari bapak Bupati kami sampaikan bahwa kebijakan ini semua merupakan perintah dari Pemerintah pusat

Baca Juga  Kapolres Pamekasan Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik Lewat Kunker ke Polsek Jajaran

“Ini merupakan kebijakan dari Pemerintah pusat dan kami akan segera berkordinasi dengan forum pimpinan daerah kabupaten Sumenep”. Ungkapnya. Selasa (6/9/2022)

“Alhamdulilah dari perwakilan sudah mengirimkan surat, sehingga kita semua bisa sikapi permasalahan ini bersama sama”. Terangnya.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten
Sumenep menyampaikan, saya selaku ketua DPRD Kabupaten Sumenep sangat mengapresiasi yang setinggi tingginya karena kami juga merupakan bagian dari rakyat

“Saya tegaskan bahwa aspirasi ini harus di perjuangkan secara bersama sama agar kesejahteraan masyarakat benar benar terwujud sampai ke tingkat desa,” ucapnya.

Oleh karena itu saya sampaikan bahwa hari ini sebagian pimpinan DPRD sudah menemui DPR RI, dan saya pastikan hari ini saya akan melayangkan surat sebagai tambahan dokumen aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat

Baca Juga  Tiga Desa di Kecamatan Ganding Sumenep Jadi Pilot Project ‘Desa Cantik‘

“Perlu di ketahui bahwa ketua DPRD bukan merupakan Kepala Daerah, tapi sebagai ketua yang artinya keputusan politik, jadi sangat beda”. Tegasnya

Dari surat pernyataan yang berisi, atas kebijakan kenaikan BBM yang berdampak terhadapan kehidupan masyarakat, dan merusak struktur yang di akibatkan oleh pandemi Covid-19 dan inflasi yang menyebabkan kemiskinan

Atas dasar itu yang pertama kami menuntut DPR RI dan Pemerintah pusat membatalkan kenaikan harga BBM, yang kedua hari ini kami akan mengirimkan surat kepada DPR RI yang di tandatangani oleh ketua DPRD Sumenep.

Kemudian dari hasil permohonan masa aksi ketua DPRD Kabupaten Sumenep beserta jajarannya resmi menandatangani surat penolakan kenaikan harga BBM

Baca Juga  Pengunjung Puskesmas Ganding Keluhkan Lahan Parkir, Ini Tanggapan Dinkes P2KB Sumenep

Tertanggal 6 September 2022 sebagaimana terlampir DPRD Kabupaten Sumenep dan Mahasiswa seKabupaten Sumenep menolak kenaikan BBM karena akan berdampak terhadap kehidupan sosial Masyarakat

“Atas dasar itu kita sepakat menuntut DPR RI dan Pemerintah pusat untuk membatalkan harga BBM, dan kami DPRD Sumenep akan mengirimkan surat penolakan hari ini juga”. Tutupnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE