
SURABAYA | SIGAP88 — Penanganan insiden KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak dalam pelayaran Surabaya–Banjarmasin terus berlangsung. Di tengah proses pencarian yang masih berjalan, Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, disiagakan selama 24 jam untuk mendukung koordinasi sekaligus memberikan informasi kepada keluarga penumpang.
Posko tersebut menjadi salah satu titik koordinasi berbagai instansi dalam penanganan insiden kapal yang tercatat membawa 243 orang tersebut.
Sejumlah unsur terlibat dalam koordinasi, di antaranya KSOP Utama Tanjung Perak, Basarnas, TNI, Polri, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, Pelindo, serta stakeholder terkait lainnya.
Kehadiran posko juga menjadi penting bagi keluarga penumpang yang masih menunggu kabar mengenai anggota keluarganya. Informasi terkait perkembangan pencarian dan evakuasi disampaikan melalui koordinasi antarinstansi yang terlibat.
Pada Senin (14/9/2026), anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meninjau langsung Posko Terpadu di Terminal GSN.
Kunjungan tersebut tidak hanya melihat kondisi pelayanan di posko, tetapi juga menyoroti aspek keselamatan pelayaran yang perlu menjadi bagian penting dalam investigasi insiden KM Virgo Transport 8.
BHS menilai penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Menurutnya, investigasi tidak cukup hanya melihat usia kapal, tetapi juga perlu memeriksa aspek teknis, kapasitas angkut, stabilitas kapal, hingga kondisi dan penempatan muatan.
“Ini saya serahkan kepada KNKT. Berapa berat yang diangkut oleh kapal ini. Jadi apakah masih mempunyai daya muat dan sebagainya. Kalau dari sisi jumlahnya masih oke, sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh KSOP,” ujar BHS.
Ia juga menyoroti kemungkinan persoalan stabilitas kapal yang berkaitan dengan distribusi atau penempatan muatan berat.
Menurut BHS, aspek tersebut merupakan bagian yang perlu diperiksa secara teknis oleh pihak yang berwenang untuk memastikan faktor apa saja yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.
“Ini yang perlu diselidiki, yang perlu dicek oleh KNKT. Saya pikir itu semua domain, bukan domain saya, tapi domain KNKT,” tegasnya.
Di sisi lain, BHS mengapresiasi kerja tim SAR dan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian serta penanganan korban.
Ia menilai pelayanan informasi kepada keluarga korban juga tidak kalah penting, terutama dalam kondisi ketika sebagian penumpang masih belum ditemukan.
Pelindo Pastikan Posko Tetap Berjalan
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan Pelindo memastikan fasilitas di Terminal GSN tetap dapat digunakan untuk mendukung penanganan insiden tersebut.
Menurutnya, Posko Terpadu disiapkan selama 24 jam bersama stakeholder terkait untuk mendukung kebutuhan korban maupun keluarga penumpang.
“Pelindo terus memastikan fasilitas dan layanan di Terminal GSN dapat mendukung kebutuhan penanganan korban dan keluarga penumpang. Kami bersama stakeholder terkait terus melakukan koordinasi agar keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas dan pelayanan yang dibutuhkan selama proses penanganan berlangsung,” ujar Purwanto.
Dukungan yang diberikan Pelindo antara lain penyediaan fasilitas bagi korban yang telah dievakuasi maupun keluarga yang datang ke posko.
Fasilitas tersebut mencakup kebutuhan dasar, layanan kesehatan, tempat istirahat, serta dukungan koordinasi untuk proses penanganan selanjutnya.
Purwanto mengatakan pihaknya memahami bahwa keluarga korban membutuhkan informasi yang jelas di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
Karena itu, dukungan fasilitas dan pelayanan di pelabuhan terus diberikan sembari proses pencarian, evakuasi, identifikasi, dan penanganan korban dilakukan oleh instansi yang memiliki kewenangan.
114 Orang Ditemukan, 129 Masih Dicari
Berdasarkan data sementara hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 WITA, sebanyak 114 orang dari total 243 penumpang dan awak yang tercatat dalam pelayaran KM Virgo Transport 8 telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara enam orang meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Angka tersebut membuat operasi pencarian masih menjadi perhatian utama. Di sisi lain, proses investigasi mengenai penyebab insiden juga menjadi penting untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran dapat dievaluasi secara menyeluruh.
Pelindo menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap Posko Terpadu dan pelayanan bagi keluarga korban bersama seluruh stakeholder hingga rangkaian penanganan insiden selesai.
SIGAP88 mencatat, di tengah pencarian yang masih berlangsung, kebutuhan keluarga bukan hanya tempat menunggu, tetapi juga informasi yang akurat dan kepastian bahwa seluruh proses pencarian serta penanganan korban dilakukan secara maksimal.
Sementara mengenai penyebab insiden, publik masih menunggu hasil investigasi resmi dari lembaga dan instansi yang memiliki kewenangan.

















