KMP Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Posko Informasi Dibuka di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

0
322
Petugas menyiapkan Posko Pendataan dan Pelayanan Informasi bagi keluarga penumpang KMP Virgo Transport 8 di Terminal GSN Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk. Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR dari Banjarmasin dan Surabaya, termasuk melalui kapal dan helikopter. Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelindo membuka posko pendataan dan pelayanan informasi bagi keluarga penumpang.

SURABAYA | SIGAP88 — Keluarga penumpang KMP Virgo Transport 8 yang hilang kontak dalam pelayaran Surabaya-Banjarmasin kini dapat memperoleh informasi perkembangan pencarian melalui posko yang dibuka di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Posko tersebut disiapkan PT Pelindo sebagai pusat pendataan sekaligus pelayanan informasi bagi keluarga penumpang. Petugas disiagakan untuk menerima keluarga yang membutuhkan informasi resmi mengenai perkembangan pencarian kapal.

Sub Regional Head Jawa PT Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan fasilitas posko disiapkan untuk mendukung proses pendataan serta koordinasi dengan keluarga penumpang.

“Pelindo bergerak menyediakan fasilitas posko yang memadai, agar proses pendataan korban dan koordinasi dengan keluarga penumpangnya berjalan lancar,” kata Purwanto.

Pelindo juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kementerian Perhubungan serta kepolisian untuk memperoleh perkembangan terbaru operasi pencarian.

Koordinasi dilakukan lintas wilayah, termasuk dengan tim Pelindo di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima dan disampaikan kepada keluarga tetap akurat serta diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, mengatakan kebutuhan teknis untuk mendukung pelayanan di posko telah dipersiapkan.

“Kami menyiagakan personel di lapangan untuk mendampingi keluarga korban yang datang mencari informasi,” ujarnya.

Keluarga penumpang yang membutuhkan informasi resmi terkait perkembangan pencarian diimbau mendatangi Posko Pendataan dan Pelayanan Informasi di Terminal GSN Tanjung Perak.

Tim SAR Dikerahkan

Sementara itu, operasi pencarian KMP Virgo Transport 8 terus dilakukan setelah kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin tersebut dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9).

Informasi yang diterima tim SAR menyebut kapal membawa sekitar 240 penumpang. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum komunikasi terputus sekitar pukul 01.00 WIB.

Kantor SAR Banjarmasin kemudian mengerahkan satu tim penyelamat menuju Dermaga Basirih sekitar pukul 04.30 WITA. Dari lokasi tersebut, tim melanjutkan perjalanan menuju perkiraan posisi terakhir KMP Virgo Transport 8 menggunakan KN SAR Laksmana 241.

Perjalanan menuju titik perkiraan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam.

Dari Surabaya, Kantor SAR Surabaya juga mengerahkan KN SAR 249 Permadi dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 08.30 WIB.

Kapal SAR tersebut bergerak dengan kecepatan sekitar 14 knot menuju titik terakhir KMP Virgo Transport 8 dilaporkan berada. Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan KN SAR 249 Permadi membawa 11 kru kapal, empat rescuer Kantor SAR Surabaya dan dua personel Polairud Polda Jawa Timur.

“KN SAR 249 Permadi berangkat diawaki oleh 11 orang kru kapal dan membawa empat orang rescuer Kantor SAR Surabaya juga dua orang Polairud Polda Jatim,” kata Nanang melalui keterangan pers.

Upaya pencarian juga diperkuat melalui jalur udara. SAR Surabaya memberangkatkan Helikopter HR 3601 dari Lanudal Juanda sekitar pukul 08.22 WIB.

Helikopter tersebut membawa lima kru dan dua personel penyelamat untuk membantu pencarian dari udara.

Operasi pencarian kini melibatkan unsur SAR dan sejumlah instansi terkait. Sementara di Tanjung Perak, posko informasi menjadi titik penting bagi keluarga untuk mendapatkan perkembangan resmi mengenai keberadaan kapal dan proses pencarian.