
SURABAYA | SIGAP88 — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) nasional terhadap korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, resmi ditutup. Hingga Selasa (4/8/2026), sebanyak 238 korban berhasil dievakuasi, sementara penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Korban telah berhasil dievakuasi dalam penanganan terpadu yang dipusatkan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Dari jumlah tersebut, 234 korban telah dievakuasi ke Surabaya, terdiri atas 229 orang selamat dan lima korban meninggal dunia. Sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Kabupaten Sumenep.
Sebanyak 62 korban selamat yang dievakuasi menggunakan KN Masalembo langsung menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan setibanya di Posko Terpadu. Dari hasil pemeriksaan, 59 orang ditempatkan di hotel yang telah disiapkan pemerintah, sedangkan tiga korban lainnya dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa Operasi SAR Nasional terhadap insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 secara resmi telah dinyatakan selesai.
“Operasi SAR Nasional kami nyatakan selesai. Selanjutnya penanganan akan dilanjutkan melalui operasi SAR rutin oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Surabaya,” ujarnya.
Meski Operasi SAR Nasional telah ditutup, Basarnas memastikan proses pencarian masih dapat kembali ditingkatkan apabila di kemudian hari muncul laporan mengenai korban yang belum ditemukan.
“Apabila terdapat informasi baru dari masyarakat terkait adanya korban yang belum ditemukan, operasi pencarian dapat kembali dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” lanjut Mohammad Syafii.
Sementara itu, lima korban meninggal dunia masih berada di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi. Adapun 232 korban selamat telah ditempatkan di empat hotel di kawasan Surabaya sebagai lokasi penampungan sementara setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan.
Di sisi lain, pemerintah memastikan penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar untuk mengungkap penyebab pasti insiden sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan pelayaran.
Apabila dalam proses investigasi ditemukan adanya unsur pidana atau pelanggaran hukum, penanganannya akan dilanjutkan oleh pihak Kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.
Penanganan pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Perhubungan, Basarnas, KSOP Utama Tanjung Perak, Pelindo, TNI AL, Polri, Dinas Perhubungan Jawa Timur, tenaga kesehatan, rumah sakit, Jasa Raharja, hingga PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal.
Kolaborasi lintas instansi tersebut memastikan proses evakuasi, pendataan, pelayanan kesehatan, hingga penanganan lanjutan bagi para korban dapat berjalan secara terpadu.
Hasil investigasi KNKT nantinya diharapkan mampu mengungkap penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran nasional agar insiden serupa tidak kembali terulang.

















