PASURUAN | SIGAP88 — Ketika musim kemarau mulai mengeringkan sumber-sumber air, kebutuhan paling mendasar warga berubah menjadi persoalan serius: mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu dirasakan masyarakat Dusun Krajan 5, Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Di tengah keterbatasan pasokan air, Polsek Winongan turun langsung menyalurkan bantuan sosial berupa 1.000 liter air bersih kepada warga, Jumat (24/7/2026).
Penyaluran bantuan dipimpin Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin bersama anggota Polsek Winongan dan perangkat desa setempat.
Bantuan tersebut tidak sekadar disalurkan dari satu titik. Personel terlebih dahulu mengambil air bersih dari sumber mata air, kemudian membawanya ke permukiman warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau.
Langkah tersebut menjadi bentuk respons kepolisian terhadap persoalan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin mengatakan, bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga yang tengah menghadapi keterbatasan air.
“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKP Nanang Abidin.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban. Dalam situasi tertentu, kepolisian juga dituntut hadir untuk membantu warga menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan, jajaran Polres Pasuruan akan terus merespons kebutuhan masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
“Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan bantuan dengan cepat dan tepat,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.
Dusun Krajan 5, Desa Kedungrejo, menjadi salah satu wilayah yang mengalami kekurangan air bersih seiring berlangsungnya musim kemarau.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan 1.000 liter air bersih setidaknya menjadi penyangga kebutuhan warga, sekaligus menunjukkan bahwa persoalan air bersih membutuhkan perhatian dan respons cepat ketika sumber air mulai sulit diakses.
Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

















