Parade Street Art Fashion Carnival 34 kelurahan Kota Pasuruan
Sebanyak 34 kelurahan menampilkan kreativitas seni dan budaya dalam Street Art Fashion Carnival 2026 di Gedung Harmoni Kota Pasuruan, Selasa (1/9/2026) malam.

PASURUAN | SIGAP88 – Panggung perayaan kemerdekaan di Kota Pasuruan berubah menjadi etalase kreativitas warga. Sebanyak 34 kelurahan tampil membawa identitas seni, budaya, dan kreasi masing-masing dalam Street Art Fashion Carnival 2026, Selasa (1/9/2026) malam.

Bukan sekadar parade busana, gelaran yang berlangsung di Gedung Harmoni Kota Pasuruan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa kreativitas daerah dapat tumbuh dari tingkat kelurahan.

Malam puncak yang digelar Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sepanjang Agustus 2026.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak rangkaian pertunjukan dimulai. Sebelum 34 kelurahan tampil dalam parade, penonton terlebih dahulu disuguhi tari kolosal Sekar Paravan yang melibatkan tiga sanggar seni.

Nuansa berbeda kemudian hadir melalui penampilan musik keroncong yang dibawakan generasi muda. Perpaduan seni tradisional dan kreativitas generasi muda itu menjadi pembuka sebelum panggung utama diisi parade Street Art Fashion Carnival.

Beragam busana adat Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia diperagakan. Setiap kelurahan membawa kreasi yang menjadi representasi kreativitas masyarakat di wilayahnya.

Puncak hiburan malam itu ditutup dengan penampilan Cak Percil Cs yang membuat suasana Gedung Harmoni semakin meriah.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan tersebut.

Menurutnya, penampilan anak-anak, seniman, dan budayawan Kota Pasuruan memperlihatkan adanya potensi besar yang bisa terus dikembangkan.

“Malam hari ini menjadi puncak kegiatan Agustusan di Kota Pasuruan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Luar biasa penampilan dan talent-talenta anak-anak Kota Pasuruan, seniman, budayawan yang tadi sama-sama kita saksikan menunjukkan bahwa Kota Pasuruan punya potensi yang cukup luar biasa,” katanya.

Adi juga memberikan perhatian khusus terhadap penampilan tari kolosal Sekar Paravan dan musik keroncong yang dimainkan generasi muda.

Di tengah perubahan selera hiburan dan perkembangan budaya populer, ia menilai kehadiran kesenian klasik tetap penting untuk dipertahankan.

“Awal kita disuguhi dengan tari kolosal Sekar Paravan dari tiga sanggar yang semua kita saksikan cukup mempesona. Berikutnya kita disambut dengan lagu keroncong anak-anak Gen Z yang hafal lagu keroncong,” ujarnya.

Menurut Adi, keterlibatan 34 kelurahan dalam Pasuruan Street Art Fashion Carnival juga menunjukkan bahwa kreativitas tidak hanya lahir dari panggung-panggung besar.

“Tadi kita disuguhi 34 kelurahan menampilkan Pasuruan Street Art Fashion Carnival, sangat luar biasa, dan patut kita apresiasi,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pasuruan mencatat terdapat 32 rangkaian kegiatan yang digelar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini.

Kegiatan tersebut tidak hanya berupa perlombaan, tetapi juga mencakup inovasi pelayanan publik serta berbagai agenda yang diarahkan untuk memperkuat interaksi dan kebersamaan masyarakat.

Di antara rangkaian tersebut, penampilan talenta anak-anak Kota Pasuruan menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian Adi.

“Di dalamnya ada penampilan talent anak-anak Kota Pasuruan yang tidak kalah dengan event nasional,” ucapnya.

Bagi Pemkot Pasuruan, kemeriahan perayaan kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada pertunjukan dan hiburan. Momentum tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga semangat kebangsaan di tengah masyarakat yang beragam.

Adi mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan sebagai momentum untuk kembali memperkuat nasionalisme, persatuan, dan semangat gotong royong.

“Momentum kemerdekaan Republik Indonesia kita maknai sebagai momentum untuk mengukir kembali semangat nasionalisme kita, semangat kebangsaan kita. Sejatinya kita oleh Allah SWT diberikan anugerah yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia menilai kemajemukan Kota Pasuruan justru merupakan kekuatan yang harus dijaga. Perbedaan latar belakang masyarakat, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan persatuan.

“Kota Pasuruan dengan segala perbedaannya, dengan kemajemukannya, adalah kekayaan yang diberikan Allah SWT. Mari kita jaga bersama persatuan dan kebersamaan yang sudah diwariskan para pendahulu kita, oleh kiai, oleh ulama, para tokoh masyarakat,” tandas Mas Adi.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan kemerdekaan Kota Pasuruan tahun ini.

“Sejatinya kita mewarisi tanggung jawab untuk bersama mewujudkan apa yang menjadi cita-cita para pendahulu kita,” pungkasnya.

📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses